kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.988.000   -4.000   -0,13%
  • USD/IDR 17.017   7,00   0,04%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Setelah Tertekan Dalam Beberapa Tahun, OJK Yakin Kinerja Unitlink Mulai Stabil


Selasa, 17 Maret 2026 / 22:20 WIB
Setelah Tertekan Dalam Beberapa Tahun, OJK Yakin Kinerja Unitlink Mulai Stabil
ILUSTRASI. Bayar Premi Ausransi Unitlink Melalui Kanal Digital (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kinerja unitlink sudah menunjukkan kestabilan. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan tak memungkiri dalam beberapa tahun terakhir, kinerja unitlink mengalami penyesuaian, seiring dengan penguatan regulasi dan perbaikan tata kelola produk.

Ogi menjelaskan mulai stabilnya kinerja unitlink terlihat dari bertumbuhnya pendapatan premi industri asuransi jiwa dari produk tersebut.

"Berdasarkan data Januari 2026, premi produk unitlink tercatat sebesar Rp 4,06 triliun atau porsinya 22,59% dari total premi asuransi jiwa. Nilainya tumbuh 6,56% secara tahunan atau Year on Year (YoY)," ungkapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Selasa (17/3/2026).

Baca Juga: Ubah Nama, OJK Beri Izin Usaha PT Jamkrida Riau (Perseroda)

Ke depan, Ogi memperkirakan unitlink masih akan menjadi salah satu produk penting di industri asuransi jiwa, meskipun komposisinya kini lebih seimbang bersama produk asuransi kesehatan dan endowment yang juga mengalami peningkatan porsi.  "Struktur itu mencerminkan makin beragamnya pilihan produk perlindungan bagi masyarakat," tuturnya.

Terkait unitlink, Ketua Dewan Pengurus Asuransi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Albertus Wiroyo optimistis kinerjanya bisa membaik ke depannya. Dia menyebut optimisme muncul karena potensi pasar unitlink masih terbuka dan memiliki pasar tersendiri.

"Kami optimis karena market-nya ada dan ada kebutuhan. Kalau bicara dengan teman-teman pelaku industri, mereka juga sangat membutuhkan produk untilink," ungkapnya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (13/3).

Lebih lanjut, Albertus menerangkan AAJI tengah berkoordinasi dengan OJK membahas revisi aturan soal Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) atau unitlink. Adapun salah satu pengaturan soal produk unitlink tertuang dalam Surat Edaran OJK (SEOJK) Nomor 5/SEOJK.05/2022 tentang PAYDI. Upaya itu dilakukan untuk mendorong kinerja unitlink agar kembali positif ke depannya.

Albertus berharap ketika peraturan soal unitlink sudah direvisi, kinerja produk tersebut bisa lebih terdorong lagi ke depannya. "Kalau sudah bisa merevisi, mungkin dalam tahun ini kami harap akan naik kembali," ucapnya.

Baca Juga: YOII Genjot Premi 2026, Andalkan Produk Lifestyle dan Teknologi AI

Albertus mengatakan jika kinerja dari unitlink bisa kembali membaik, diharapkan hal tersebut juga dapat mendongkrak pendapatan premi dari kanal bancassurance ke depannya. Sebab, kebanyakan kanal bancassurance menjual produk unitlink. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×