kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Bagian dari rencana caplok Bank Permata, Bank Bangkok akan akuisisi satu bank lagi


Kamis, 05 Maret 2020 / 11:50 WIB
ILUSTRASI. ilustrasi merger dan akuisisi, mergers and acquisitions 


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bangkok Bank Ltd akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada hari ini, Kamis (5/3) untuk meminta restu pemegang saham mengambil 89,12% saham PT Bank Permata Tbk (BNLI).

Bank Bangkok bakal melakukan transaksi satu waktu alias one time payment untuk ambil alih 89,12% saham Bank Permata.

Rencana transaksi satu waktu itu sudah dapat restu dari OJK. Agar bisa melakukan itu, Bank Bangkok akan mengakuisisi satu bank lagi di Indonesia untuk kemudian digabungkan dengan Bank Permata.

Baca Juga: Bangkok Bank bakal gelar RUPSLB, akuisisi Permata sampai babak final

"Izin (untuk transaksi satu waktu) sudah on the track. (Untuk akuisisi satu bank lagi) sudah dalam pipeline mereka," ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana di Jakarta, Kamis (5/2).

Namun, Heru tidak bersedia menyebut kategori BUKU berapa bank yang akan dicaplok Bank Bangkok itu. " Belum tahu. Jangan berandai-andai dulu, nanti jadi lari," ujar Heru.

Seperti diketahui, dalam ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 56/POJK.03 2016 tentang kepemilikan saham bank umum, pemegang saham bank dari lembaga keuangan maksimum bisa cuma bisa mengempit 40% saham.

Namun, Heru Kristiyana sebelumnya menjelaskan ada pengecualian terhadap ketentuan tersebut. Pemilik saham bisa menguasai lebih dari 40% saham jika memberikan kontribusi terhadap industri perbankan maupun perekonomian nasional pada umumnya.




TERBARU

[X]
×