Reporter: Aura Putri | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Aladin Syariah Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 38,38 miliar sepanjang semester I 2026. Laba tersebut turun 52,04% secara tahunan (year on year/YoY) dari Rp 80,04 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip Jumat (31/7/2026), pendapatan dari penyaluran dana tercatat meningkat. Bank Aladin membukukan pendapatan dari penyaluran dana sebesar Rp 442,54 miliar, naik 16,53% YoY dari Rp 379,76 miliar pada semester I 2025.
Di sisi lain, bagi hasil untuk pemilik dana investasi meningkat menjadi Rp 379,90 miliar dari Rp 206,89 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan setelah distribusi bagi hasil turun menjadi Rp 62,64 miliar dari sebelumnya Rp 172,87 miliar.
Baca Juga: Perbankan Getol Dorong Pembiayaan Hijau, Ini Sektor yang Dibidik
Laba operasional Bank Aladin turun menjadi Rp 33,08 miliar pada semester I 2026, dari Rp 80,04 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun pendapatan komisi, provisi, fee dan administrasi meningkat menjadi Rp 224,80 miliar pada semester I 2026, dari Rp 160,79 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi penyaluran dana, pembiayaan bagi hasil Bank Aladin tercatat sebesar Rp 4,98 triliun per Juni 2026, meningkat dari Rp 4,65 triliun pada akhir Desember 2025. Sementara piutang meningkat jadi Rp 579,53 miliar, dari Rp 557,45 miliar pada akhir 2025.
Di sisi penghimpunan dana, dana investasi non profit sharing tercatat sebesar Rp 9,97 triliun per Juni 2026, turun dari Rp 10,40 triliun pada akhir 2025. Dana tersebut terdiri dari deposito sebesar Rp 8,03 triliun, tabungan Rp 1,93 triliun, dan giro Rp 9,68 miliar.
Total aset Bank Aladin tercatat sebesar Rp 15,14 triliun per Juni 2026, meningkat dari Rp 14,42 triliun pada akhir Desember 2025. Sementara total ekuitas tercatat Rp 3,31 triliun, dari Rp 3,29 triliun pada akhir 2025.
Dari sisi rasio keuangan, Financing to Deposit Ratio (FDR) tercatat sebesar 55,76% pada Juni 2026, dibandingkan 82,76% pada Juni 2025. Sementara rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) tercatat 95,33%, dari 85,71% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: CELIOS: Digitalisasi UMKM Harus Berujung pada Kemudahan Akses Pembiayaan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
