Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kondisi ekonomi yang masih bergerak dinamis sepanjang 2026 membuat masyarakat tidak cukup hanya menjaga stabilitas keuangan pribadi. Setelah kebutuhan harian, dana darurat, dan arus kas aman, masyarakat juga perlu mulai menyusun strategi investasi yang lebih disiplin agar target keuangan jangka panjang tetap tercapai.
Head of Wealth Management PT Bank Maybank Indonesia Tbk Aliang Sumitro mengatakan, perilaku investor saat ini masih kerap dipengaruhi sentimen pasar. Saat pasar terkoreksi, investor cenderung panik, sementara ketika tren menguat justru terlalu percaya diri dalam mengambil keputusan.
“Investasi yang sehat membutuhkan lebih dari sekadar strategi. Dibutuhkan ketenangan, disiplin, dan konsistensi dalam mengambil keputusan,” ujar Aliang dalam keterangannya, Senin (18/5).
Menurut dia, prinsip tersebut menjadi dasar filosofi Quiet Investing, yakni pendekatan investasi yang tidak berorientasi pada euforia pasar maupun keuntungan jangka pendek. Strategi ini lebih menitikberatkan pada pembangunan kekayaan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.
Aliang menilai, pendekatan tersebut relevan diterapkan di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini. “Bagi nasabah dengan tujuan jangka panjang, Quiet Investing membantu menjaga fokus, mengurangi keputusan impulsif, serta memastikan setiap langkah investasi tetap sejalan dengan tujuan hidup dan kesejahteraan mereka di masa depan,” jelasnya.
Ia menyebut, terdapat sejumlah langkah yang dapat diterapkan investor agar strategi investasi tetap berjalan optimal sepanjang tahun ini. Pertama, investor perlu memiliki perencanaan portofolio yang terstruktur dan berbasis tujuan atau goal based investing. Dengan menentukan tujuan finansial sejak awal, seperti dana pendidikan, pembelian rumah, liburan, hingga pensiun, investor dapat memilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil kebutuhan dan jangka waktunya.
Selain itu, Aliang mengingatkan pentingnya konsistensi dalam berinvestasi secara bertahap. Menurutnya, banyak masyarakat menunda investasi karena merasa belum memiliki dana besar. Padahal, investasi rutin dengan nominal yang disesuaikan kemampuan dinilai lebih efektif dalam membangun kekayaan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Bisnis Emas Bank Syariah Makin Ngebut di Tengah Harga yang Naik-Turun
Strategi lain yang dinilai relevan adalah penerapan Rupiah Cost Averaging, yakni investasi rutin dalam jumlah tetap setiap bulan menggunakan mata uang rupiah. Cara ini dinilai dapat membantu investor lebih disiplin, mengurangi dorongan untuk melakukan market timing, sekaligus membangun portofolio secara bertahap di tengah fluktuasi pasar.
Di sisi lain, diversifikasi juga menjadi bagian penting dalam strategi Quiet Investing. Aliang mengatakan, diversifikasi tidak hanya dilakukan lintas produk investasi, tetapi juga lintas kelas aset, negara, dan mata uang. “Pendekatan ini membantu nasabah mengelola risiko sekaligus menjaga peluang pertumbuhan di tengah dinamika pasar global,” katanya.
Untuk mendukung kebutuhan investasi tersebut, Maybank Indonesia menyediakan berbagai layanan pengelolaan kekayaan berbasis digital, mulai dari tabungan emas melalui aplikasi M2U ID hingga produk reksa dana dan obligasi melalui layanan wealth management.
Aliang menambahkan, dukungan teknologi digital memungkinkan nasabah memantau portofolio investasi secara real time sehingga keputusan investasi dapat dilakukan lebih disiplin dan terukur.
“Di tengah dinamika pasar global dan ketidakpastian ekonomi yang masih berlangsung, kita perlu semakin bijak dalam mengambil keputusan keuangan. Membangun portofolio yang sehat tidak hanya bergantung pada momentum pasar, tetapi juga pada konsistensi, disiplin, dan kemampuan menjaga fokus terhadap tujuan jangka panjang,” tutup Aliang.
Baca Juga: Kredit Investasi Tumbuh, Ekonom: Masih Bergantung pada Belanja Pemerintah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













