kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bank Banten Catat Laba Rp 5,43 Miliar Hingga Oktober 2023


Rabu, 15 November 2023 / 13:57 WIB
Bank Banten Catat Laba Rp 5,43 Miliar Hingga Oktober 2023
ILUSTRASI. Laba yang dibukukan Bank Banten per Oktober 2023 senilai Rp 5,43 miliar.


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) mampu membalikkan kerugian menjadi laba per Oktober 2023. Laba yang dibukukan Bank Banten per Oktober 2023 senilai Rp 5,43 miliar.

Sebagai informasi, pada periode sama tahun lalu, Bank Banten masih mengalami kerugian hingga Rp 132 miliar. Capaian ini menjadi titik balik bagi Bank Banten yang sejak diakuisisi belum sekalipun mencatat laba.

Perbaikan kinerja tersebut sejalan dengan kenaikan net interest margin (NIM) Bank Banten yang sudah berada di level 4,03% di periode yang sama. Pada Oktober 2022, NIM Bank Banten masih di level 2,40%.

Di sisi lain, efisiensi yang terus dilakukan Bank Banten tampak membuahkan hasil. Terlihat dari rasio BOPO Bank Banten turun secara tahunan dari 126,39% menjadi 93,94%.

Baca Juga: Pada Tahun Ini, Bank Banten Targetkan Bisa Salurkan KUR Rp 250 Miliar

Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami berharap, perolehan laba di Oktober 2023 ini bisa membuat dukungan masyarakat, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan kepada Bank Banten bisa semakin besar lagi.

“Tidak ada keraguan menempatkan uang simpanannya di Bank Banten, aktif menggunakan produk, jasa dan layanan yang dimiliki Bank Banten,” ujarnya, Rabu (15/11).

Busthami bilang, saat ini kondisi likuiditas di Bank Banren mulai menguat. Mengingat, rasio Loan to Deposit Ratio atau LDR berada di level 83,05% pada periode Oktober 2023 ini.

Ia menyebutkan saat ini pihaknya menerapkan strategi dengan mengedepankan efisiensi biaya dan menata pertumbuhan bisnis di setiap lini. Ditambah, pengembangan skill dan kompetensi dari sumber daya manusianya sendiri.

“Kami akan mempertahankan tradisi profit tidak sampai dengan akhir 2023 saja namun juga dengan prestasi di tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×