Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Rizki Caturini
JAKARTA. PT Bank Kesejahteraan Ekonomi (Bank BKE) berusaha mempercantik kinerja untuk menarik investor masuk. Ini lantaran pada 2018 Bank BKE akan melakukan penawaran saham perdana atau initial publik offering (IPO).
Presiden Direktur PT Bank Kesejahteraan Ekonomi Sasmaya Tuhuleley mengatakan, agar menarik di mata investor pihaknya akan sebisa mungkin meningkatkan kinerja.
“Sebelum IPO kami menargetkan return on equity (ROE) di atas 20%, dengan laba minimal di atas Rp 70 miliar,” ujar Sasmaya kepada KONTAN, Jumat (13/1). Pada tahun 2016, Bank BKE meraup laba sebesar Rp 44,44 miliar.
Salah satu cara mencapai target peningkatan laba adalah dengan meningkatkan kredit komersial dan channeling dengan koperasi.
Dengan target kinerja tersebut, pada tahun ini diproyeksikan aset bisa meningkat 42% menjadi Rp 4,5 triliun. Sebagai gambaran pada 2016, total aset Bank BKE sebesar Rp 3,2 triliun.
Vice President Retail Funding Division Head Bank Kesejahteraan Ekonomi, Evangelina Sintawati mengatakan, setelah IPO pada 2018 dan masuk menjadi BUKU II (modal inti antara Rp 1 triliun sampai Rp 5 triliun), Bank BKE akan masuk ke bisnis reksadana dan asuransi.
“Kami targetkan pada tahun ini fee based income sebesar Rp 2 miliar,” ujar Sintawati.
Sebelumnya PT Reliance Capital Management (Reliance Group) ingin menambah porsi kepemilikan saham pada PT Bank Kesejahteraan Ekonomi (BKE dari 20% saat ini menjadi 40%. Rencana tersebut tercatat baru akan dieksekusi jika BKE sudah naik kelas menjadi Bank Umum Kategori Usaha (BUKU) II.
Selain Reliance, Bank BJB juga ingin mengakusisi Bank BKE. Akusisi ini salah satunya untuk mengembangkan bisnis koperasi yang dimiliki oleh Bank BPD provinsi Jawa Barat ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













