kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.180
  • SUN95,28 0,51%
  • EMAS663.000 0,30%
  • RD.SAHAM 0.08%
  • RD.CAMPURAN 0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Bank BTN tak terburu-buru melepas anak usaha syariah

Minggu, 09 Desember 2018 / 13:10 WIB

Bank BTN tak terburu-buru melepas anak usaha syariah
ILUSTRASI.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan seluruh Unit Usaha Syariah (UUS) untuk segera berkonversi menjadi Bank Umum Syariah (BUS) paling lambat tahun 2023.

Namun, bukan berarti hal ini mendorong UUS untuk terburu-buru melakukan konversi alias spin off. Ambil contoh, UUS PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN Syariah) yang memilih untuk mempersiapkan dengan matang rencana pemisahan dengan induk. Hanya saja, Direktur Konsumer dan Syariah Banking BTN Budi Satria menjelaskan rencana spin off memang menjadi salah satu fokus perseroan.

Sejauh ini, pihaknya masih menargetkan spin off sebelum tahun 2023. "Rencana spin off masih sesuai rencana semula, bahkan kalau bisa akan kami percepat sesuai dengan arahan Kementerian BUMN," katanya kepada Kontan.co.id, Jumat (7/12). Menurut Budi, meski Kementerian BUMN mengimbau BTN untuk melakukan spin off, namun tak berarti harus segera.

Justru, BTN diberikan keleluasaan untuk melakukan spin off sesuai sesuai keputusan perseroan. "Kalau tenggat waktu diserahkan ke Bank-nya (BTN). Namun, kami upayakan yang terbaik," sambungnya.

Nah, sebelumnya sempat beredar kabar bahwa Kementerian BUMN berencana untuk mengabungkan anak usaha bank syariah agar lebih efisien dan kuat. Adapun, dari empat bank BUMN hanya BTN Syariah saja yang belum melakukan spin off.

Budi tak menepis maupun menjawab rencana tersebut, namun menurutnya perseroan saat ini tengah mempersiapkan seluruh rencana terkait pemisahan BTN Syariah dengan induk. "Semua rencana sedang dipersiapkan," singkatnya. Sebagai gambaran informasi saja, sampai dengan akhir september 2018 lalu BTN Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp 344,13 miliar atau naik 9,66% secara year on year (yoy).

Sementara itu, dari segi kinerja lain seperti aset tercatat mengalami kenaikan cukup besar mencapai 17,57% yoy menjadi Rp 24,78 triliun. Salah satu pendongkrak aset BTN Syariah yakni kenaikan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 12,35% yoy menjadi Rp 19,54 triliun.

Hal ini juga dibantu dari kenaikan pembiayaan UUS BTN yang pesat mencapai 25,99% yoy menjadi Rp 20,84 triliun per akhir kuartal III 2018 lalu. Sejalan dengan kenaikan pembiayaan, rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) BTN Syariah pun ikut terkerek naik menjadi 1,2% dari 0,84% di bulan September 2017.

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang
Editor: Sanny Cicilia

Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0061 || diagnostic_api_kanan = 0.0993 || diagnostic_web = 0.7606

Close [X]
×