kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Bank DKI minta modal Rp 1,1 triliun ke Pemda


Senin, 06 Januari 2014 / 17:04 WIB
ILUSTRASI. Harga emas Antam stagnan di level Rp 990.000 per gram pada siang ini (13/8)


Reporter: Issa Almawadi | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Tahun ini, Bank DKI kembali mengajukan suntikan modal kepada pemerintah provinsi DKI Jakarta. Eko Budiwiyono, Direktur Utama Bank DKI, menuturkan suntikan modal tersebut juga untuk kebutuhan menjaga rasio kecukupan modal (CAR) pada level 15%.

“Tambahan modal untuk Bank DKI masuk anggarap Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang belum disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD),” kata Eko, Senin (6/1). Adapun nilai yang diajukan Bank DKI mencapai Rp 1,075 triliun.

Meski belum mendapat persetujuan untuk tambahan modal tahun ini, Eko bilang, Bank DKI juga punya rencana lain untuk tetap menjaga CAR. Dalam tiga tahun ke depan, Bank DKI punya rencana mengurangi dividen pay out ratio, menerbitkan utang junior atau subordinate debt, mengundang investor strategis, hingga pelaksanaan pelepasan saham ke publik alias IPO.

Sebenarnya, Bank DKI telah mendapat suntikan modal di sepanjang 2013 lalu. Saat itu, Bank DKI telah mendapatkan suntikan modal senilai Rp 800 miliar dari pemerintah provinsi DKI Jakarta. 

Dengan suntikan modal tersebut, Bank DKI telah berhasil menjaga  pada level 14%. "Setoran modal itu sudah dicairkan," tambah Eko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×