kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Bank DKI minta modal Rp 1,1 triliun ke Pemda


Senin, 06 Januari 2014 / 17:04 WIB
ILUSTRASI. Harga emas Antam stagnan di level Rp 990.000 per gram pada siang ini (13/8)


Reporter: Issa Almawadi | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Tahun ini, Bank DKI kembali mengajukan suntikan modal kepada pemerintah provinsi DKI Jakarta. Eko Budiwiyono, Direktur Utama Bank DKI, menuturkan suntikan modal tersebut juga untuk kebutuhan menjaga rasio kecukupan modal (CAR) pada level 15%.

“Tambahan modal untuk Bank DKI masuk anggarap Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang belum disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD),” kata Eko, Senin (6/1). Adapun nilai yang diajukan Bank DKI mencapai Rp 1,075 triliun.

Meski belum mendapat persetujuan untuk tambahan modal tahun ini, Eko bilang, Bank DKI juga punya rencana lain untuk tetap menjaga CAR. Dalam tiga tahun ke depan, Bank DKI punya rencana mengurangi dividen pay out ratio, menerbitkan utang junior atau subordinate debt, mengundang investor strategis, hingga pelaksanaan pelepasan saham ke publik alias IPO.

Sebenarnya, Bank DKI telah mendapat suntikan modal di sepanjang 2013 lalu. Saat itu, Bank DKI telah mendapatkan suntikan modal senilai Rp 800 miliar dari pemerintah provinsi DKI Jakarta. 

Dengan suntikan modal tersebut, Bank DKI telah berhasil menjaga  pada level 14%. "Setoran modal itu sudah dicairkan," tambah Eko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×