kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Bank harus waspadai risiko kredit valas


Selasa, 17 Januari 2017 / 13:34 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Deutsche Bank AG Indonesia masih melihat adanya risiko penyaluran kredit valas pada tahun 2017 ini. Penyebabnya datang dari faktor global, terutarama Amerika Serikat. 

Kunardy Lie, Managing Director dan Chief Officer Deutshe Bank AG Indonesia mengatakan, seiring dengan masuknya dana kembali ke AS, membuat mata uang dollar AS menguat.

"Dalam hal ini penting untuk bank yang menyalurkan kredit valas untuk melakukan hedging untuk meminimalisir risiko," ujar Kunardy pekan lalu.

Meskipun masih ada risiko terkait kredit valas, potensi kenaikan kredit valas pada 2017 masih berpotensi ada. Terutama dengan proyeksi membaiknya transaksi ekspor impor antarnegara.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sampai November 2016, pertumbuhan kredit valas perbankan mulai menunjukkan tren perbaikan. Realisasi kredit valas perbankan November tercatat berada di angka Rp 642 miliar atau naik 3,35% secara tahunan atau year on year (yoy).

Sebagai informasi, sebelumnya pada Oktober 2016, kredit valas industri perbankan masih dalam tren penurunan sebesar 3,7% yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×