Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat penyaluran pembiayaan ke berbagai sektor usaha, termasuk sektor usaha badan usaha milik negara (BUMN). Hingga kuartal II 2026, pembiayaan BSI tumbuh double digit dan mencapai Rp 340,09 triliun.
SVP Corporate Secretary & Communication BSI Wisnu Sunandar menyebutkan, hingga Juni 2026 pembiayaan BSI tumbuh 15,98% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 340,09 triliun. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri perbankan.
Pertumbuhan pembiayaan tersebut juga mendorong pangsa pasar pembiayaan BSI terhadap perbankan nasional meningkat menjadi 3,75%, naik 21 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya.
"Dari porsi pembiayaan BSI secara keseluruhan, pembiayaan ke sektor usaha BUMN tersebar di segmen wholesale dan retail," ujar Wisnu kepada kontan.co.id, Senin (7/9/2026).
Baca Juga: Gelar RUPSLB, Krom Bank Ubah Susunan Komisaris
Adapun pertumbuhan pembiayaan BSI ditopang oleh segmen yang memiliki tingkat return yang baik dengan kualitas pembiayaan yang tetap terjaga.
Segmen wholesale tumbuh 16,62%, terutama ditopang segmen corporate yang tumbuh 21,13%. Sementara itu, segmen retail tumbuh 12,58%, dengan segmen SME mencatat pertumbuhan 19,98%. Dari porsi pembiayaan BSI secara keseluruhan, pembiayaan ke sektor usaha BUMN tersebar di segmen wholesale dan retail.
Meski terus memperluas pembiayaan, BSI tetap menjaga kualitas aset melalui sejumlah strategi.
Wisnu mengatakan, BSI menerapkan disiplin pertumbuhan pembiayaan pada fokus bisnis, melakukan monitoring kualitas pembiayaan, serta meningkatkan kompetensi analisis pembiayaan.
Strategi tersebut diterapkan untuk memastikan ekspansi pembiayaan tetap sejalan dengan kualitas aset dan profil risiko perseroan.
"Kami optimis pertumbuhan pembiayaan masih solid di beberapa segmen konsumer, retail maupun segmen wholesale dengan sektor usaha yang memiliki kombinasi antara yield yang tinggi dengan kualitas yang baik," kata Wisnu.
Baca Juga: Bank Mandiri (BMRI) Siapkan Dana Rp 2,4 Triliun untuk Bayar Obligasi September 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














