Reporter: Aura Putri | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) masih mampu mencatatkan pertumbuhan laba di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Per Juli 2026, laba bersih Bank Jatim secara bank only mencapai Rp 802 miliar atau tumbuh 1,76% secara tahunan (year on year/yoy).
Direktur Keuangan & Tresuri Bank Jatim RM Wahyukusumo Wisnubroto mengatakan, pertumbuhan laba tersebut dicapai seiring upaya perseroan melakukan penyesuaian bisnis di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
Baca Juga: OJK Akan Atur Modal Minimum Memasarkan Unitlink di RPOJK PAYDI, Ini Kata Prudential
"Manajemen secara berkesinambungan melakukan rebalancing atas kinerja bisnis di tengah kondisi perekonomian yang relatif menantang, sehingga laba bersih Bank Jatim per Juli masih tetap bisa tumbuh 1,76% yoy atau sebesar Rp 802 miliar," ujar Wahyukusumo dalam Public Expose Bank Jatim, Rabu (9/9/2026).
Total aset Bank Jatim secara bank only tercatat Rp 98,09 triliun per Juli 2026, turun 6,62% yoy dari Rp 105,05 triliun pada Juli 2025. Penyaluran kredit mencapai Rp 66,46 triliun, terkoreksi 2,68% yoy dari Rp 68,29 triliun.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Jatim mencapai Rp72,97 triliun, turun 10,65% yoy dari Rp81,66 triliun. Penurunan DPK terutama berasal dari giro yang turun 14,94% menjadi Rp 17,54 triliun dan deposito berjangka yang merosot 16,04% menjadi Rp 26,38 triliun. Sementara itu, tabungan turun 1,94% menjadi Rp 29,05 triliun.
Meski demikian, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) Bank Jatim relatif terjaga. Per Juli 2026, NII tercatat Rp3,39 triliun, turun tipis 0,82% yoy dari Rp3,42 triliun. Pendapatan operasional non-bunga justru tumbuh 4,56% menjadi Rp650 miliar.
Dari sisi profitabilitas, return on asset (ROA) Bank Jatim berada di level 1,75%, sedangkan return on equity (ROE) sebesar 11,19% dan net interest margin (NIM) 5,93%. Adapun loan to deposit ratio (LDR) tercatat 90,92% dan NPL Gross sebesar 4,2%.
Baca Juga: Upaya Mendorong Standar Kompetensi Industri Penjaminan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














