kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.543   43,00   0,25%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bank Kalbar Menunjuk Dirut Baru, Membidik Ekspansi Kredit UMKM


Senin, 04 Mei 2026 / 20:55 WIB
Bank Kalbar Menunjuk Dirut Baru, Membidik Ekspansi Kredit UMKM
ILUSTRASI. Bank Kalbar (DOK/Bank Kalbar)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.   Bank pembangunan daerah (BPD) terus didorong memperkuat peran sebagai motor penggerak ekonomi regional. Selain menjaga kinerja keuangan tetap solid, bank daerah juga dituntut memperluas pembiayaan ke sektor produktif, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

BPD juga terus bergerak, termasuk dalam soal organisasi. Bank Kalbar resmi menunjuk Edy Kusnadi sebagai Calon Direktur Utama (Dirut) melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) belum lama ini. 

Penunjukan ini diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap program pemerintah sekaligus meningkatkan peran Bank Kalbar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat.

Edy menilai, Bank Kalbar memiliki fondasi kinerja yang kuat untuk menjalankan peran tersebut. Menurutnya, Bank Kalbar adalah bank dengan kondisi yang sangat sehat.

Berdasarkan  kinerja keuangan tahun 2025, kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) gross 1,85% dan net mencapai 0,58%. Efisiensi operasional baik, dengan BOPO 69,94%. Lalu rasiio kecukupan modal  permodalan sangat kuat (CAR) 36,97%.

Baca Juga: BPD Berperan Penting Menyokong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Profitabilitas stabil tercatat return on asset (ROA) 2,61% dan return on equity (ROE) 12,28%. Serta likuiditas terjaga, LDR mencapai 85,59%. 

Dari sisi skala usaha, tahun 2025, total aset BPD milik Pemprov Kalimantan Barat (Kalbar)  mencapai Rp 27,68 triliun, dengan aset produktif sebesar Rp 26,75 triliun. Komposisi tersebut mencerminkan dominasi aset yang menghasilkan pendapatan, yang pada akhirnya mendorong laba bersih sebesar Rp 511 miliar.

“Hal tersebut menunjukkan Bank Kalbar sangat siap dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan ekonomi daerah,” kata Edym dalam keterangannya, Senin (4/5).

Ke depan, salah satu fokus utama adalah memperbesar kontribusi pembiayaan ke sektor UMKM. Hingga 31 Maret 2026, penyaluran kredit UMKM Bank Kalbar tercatat mencapai Rp 2,93 triliun dengan jumlah debitur lebih dari 19.000 nasabah. “Bank Kalbar siap meningkatkan porsi UMKM lebih besar dari tahun 2025,” ujar Edy.

Meski demikian, ekspansi kredit tetap dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Perseroan  ini menegaskan akan terus memperkuat manajemen risiko melalui pendekatan terintegrasi, penguatan fungsi kepatuhan, serta pelaksanaan audit berkala .

Dengan kombinasi kinerja yang solid dan strategi ekspansi yang terukur, Bank Kalbar diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui peningkatan akses pembiayaan bagi sektor produktif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×