kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

BPD Berperan Penting Menyokong Pertumbuhan Ekonomi Daerah


Jumat, 17 April 2026 / 22:44 WIB
BPD Berperan Penting Menyokong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
ILUSTRASI. Kontan - Bank Jakarta Pressrelease.id (Dok. Bank Jakarta/Bank Jakarta)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Pembangunan Daerah (BPD) memiliki peran penting dalam memperkuat pembangunan dan kemandirian ekonomi daerah di tengah keterbatasan fiskal dan penurunan dana transfer ke daerah (TKD).

Oleh karena itu, BPD perlu bertransformasi melalui penguatan fungsi intermediasi, inovasi pembiayaan, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi regional.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa BPD  memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan jumlah penduduk hampir 38 juta jiwa dan wilayah yang luas, ia menilai pembangunan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus kolaboratif.

“Bank daerah ini adalah salah satu indikator dalam rangka meningkatkan ekonomi daerah. Tapi kita tidak bisa bekerja sendiri, harus kolaboratif,” kata Luthfi dalam Seminar Nasional BPD yang digelar Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) bersama Bank Jateng, Jumta (17/4/2026). 

Baca Juga: Asbanda Dorong BPD Tak Sekadar Penyalur Dana, Harus Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Luthfi juga menyoroti keterbatasan fiskal daerah yang membuat dukungan anggaran pusat belum sepenuhnya mencukupi. Karena itu, daerah perlu mengoptimalkan sumber pembiayaan lain, terutama investasi, yang disebutnya menjadi penopang lebih dari 80% pembangunan daerah. 

Ia bahkan mendorong kepala daerah untuk berperan aktif sebagai “marketing” dalam menarik investor. Menurutnya, pembangunan harus dilakukan secara terintegrasi dan tidak parsial agar hasilnya optimal. 

Sementara itu, Ketua Umum Asbanda, Agus H. Widodo, menilai bahwa BPD perlu bertransformasi agar dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah, seiring keterbatasan fiskal yang membuat perannya tidak lagi cukup bersifat administratif.

“BPD tidak seharusnya hanya menjadi tempat penempatan dana pemerintah daerah, melainkan harus naik kelas menjadi pengelola arus dana, penjaga likuiditas, dan penggerak ekonomi regional,” imbuh Agus.

Agus juga mempertanyakan ketergantungan pembangunan daerah pada kapasitas fiskal semata, dan mendorong penguatan peran intermediasi keuangan yang lebih aktif.

Baca Juga: Penyaluran KUR BPD DIY Baru Capai Rp194,2 Miliar hingga Maret 2026

Dia menilai BPD memiliki keunggulan strategis karena kedekatannya dengan pemerintah daerah serta pemahaman terhadap karakter ekonomi lokal. Oleh karena itu, inovasi pembiayaan, termasuk skema pinjaman daerah, dinilai perlu dioptimalkan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian melalui pendekatan berbasis risiko yang lebih presisi.

Selain itu, Agus menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan, dengan menyebut bahwa masa depan ekonomi daerah tidak hanya ditentukan oleh APBD, tetapi juga oleh kemampuan BPD dalam mengelola aliran dana dan mendorong aktivitas ekonomi di daerah.

Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widiyatmoko, menilai penurunan TKD menjadi momentum bagi BPD untuk memperkuat kontribusi dalam pembangunan daerah. Ia menyebut tren penurunan TKD telah berlangsung sejak 2020 hingga 2026, baik dari sisi nominal maupun persentase.

Ia menekankan bahwa BPD perlu membantu pemerintah daerah menyikapi penurunan TKD tanpa menghambat program prioritas pelayanan publik. Selain itu, ia mendorong penguatan kolaborasi antar-BPD, termasuk melalui skema sindikasi pembiayaan untuk proyek strategis daerah.

Baca Juga: Dana Pemda Mengendap di Bank Saat Belanja Daerah Melambat, Ini Dampaknya ke BPD

Menurutnya, sinergi tersebut dapat membuat BPD lebih kuat dalam mendukung pembiayaan infrastruktur dan pembangunan daerah. Ia juga berharap forum ini menghasilkan solusi konkret untuk memperkuat peran BPD dalam pembangunan nasional.

Seminar Nasional BPD merupakan bagian dari rangkaian Undian Tabungan Simpeda Nasional Periode ke-2 Tahun XXXVI-2026, yang mencakup penyegelan alat undian, gala dinner, dan expo di Surakarta, dengan puncak acara undian berhadiah Rp 3 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×