Reporter: Aura Putri | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Mandiri proyeksikan pertumbuhan kredit hingga akhir 2026 masih akan ditopang sektor-sektor produktif, termasuk hilirisasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta aktivitas usaha yang mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja.
Hingga Mei 2026, Mandiri membukukan penyaluran kredit sebesar Rp 1.580 triliun atau tumbuh 20,6% secara tahunan.
Baca Juga: Undisbursed Loan Perbankan Masih Tinggi Meski Kredit Tumbuh
"Bank Mandiri terus mengoptimalkan fungsi intermediasi dengan menyalurkan pembiayaan secara selektif ke sektor-sektor produktif yang memiliki prospek pertumbuhan positif dan mampu memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional," uja Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista kepada Kontan.co.id, Senin (6/7/2026).
Meski demikian, Mandiri tidak secara khusus menghindari sektor tertentu dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit.
"Setiap keputusan pembiayaan dilakukan berdasarkan prinsip kehati-hatian dengan mempertimbangkan profil risiko, kelayakan usaha, tata kelola, serta kemampuan debitur dalam memenuhi kewajibannya," katanya.
Bank Indonesia (BI) mencatat kredit perbankan tumbuh 11,51% secara tahunan pada Mei 2026, meningkat dari 9,98% pada April 2026. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kredit investasi yang tumbuh 21,95% yoy, kredit modal kerja 8,09% yoy, dan kredit konsumsi 5,89% yoy. BI pun masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan kredit sepanjang 2026 di kisaran 8%–12%.
Data BI juga menunjukkan pertumbuhan kredit modal kerja terutama ditopang sektor pertambangan dan penggalian serta industri pengolahan. Sementara kredit investasi didorong sektor jasa keuangan, real estat dan jasa perusahaan, serta pengangkutan dan komunikasi.
Baca Juga: BRI Insurance Bayarkan Klaim Asuransi Property All Risk Akibat Bencana Alam
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













