Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus memperkuat dukungannya terhadap pembiayaan proyek strategis nasional dan pembangunan infrastruktur. Hingga Juni 2026, penyaluran kredit perseroan kepada ekosistem pemerintah dan badan usaha milik negara (BUMN) mencapai Rp 489 triliun atau tumbuh 41,6% secara tahunan.
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan, pembiayaan tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari infrastruktur, energi, pertahanan, hingga layanan publik.
"Bank Mandiri terus berkomitmen mendukung pembiayaan proyek strategis dan pembangunan infrastruktur nasional, termasuk melalui ekosistem pemerintahan dan BUMN," ujar Adhika kepada Kontan.co.id, Senin (11/8/2026).
Adhika menjelaskan, per Juni 2026, penyaluran kredit Bank Mandiri kepada ekosistem pemerintahan dan BUMN mencapai Rp489 triliun, tumbuh 41,6% secara tahunan, yang antara lain mencakup pembiayaan proyek strategis, infrastruktur, energi, pertahanan, hingga layanan publik.
Baca Juga: Zurich Life Mulai Manfaatkan Teknologi AI Secara Bertahap di Lini Asuransi Kesehatan
Di tengah adanya pembahasan mengenai usulan perpanjangan pembayaran kewajiban sejumlah proyek, Adhika menegaskan Bank Mandiri tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap penyaluran pembiayaan.
Menurutnya, perseroan akan terus mengoptimalkan penyaluran kredit secara selektif dengan mengedepankan pengelolaan risiko yang disiplin. Terkait usulan perpanjangan pembayaran kewajiban, Bank Mandiri akan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan sebelum mengambil keputusan.
"Kami akan melakukan assessment secara komprehensif dan mempertimbangkan setiap langkah berdasarkan kondisi masing-masing debitur serta ketentuan yang berlaku," katanya.
Adhika menambahkan, Bank Mandiri juga terus menjaga kualitas aset melalui pengelolaan risiko yang prudent serta memastikan kecukupan pencadangan dan permodalan.
Hingga Juni 2026, kualitas aset Bank Mandiri tetap terjaga. Hal itu tercermin dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan atau NPL) secara bank only yang berada di level 0,98%, dengan NPL coverage ratio mencapai 242%.
"Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit Bank Mandiri tetap berjalan beriringan dengan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang disiplin," ujarnya.
Ke depan, Bank Mandiri optimistis dapat terus mendukung agenda prioritas pemerintah melalui pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan. Bank Mandiri juga akan terus menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dengan kualitas aset agar tetap mampu memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
