kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.971   60,00   0,33%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Bank Mandiri Waspadai Dinamika Suku Bunga hingga Gejolak Global di Semester II-2026


Kamis, 23 Juli 2026 / 17:07 WIB
Bank Mandiri Waspadai Dinamika Suku Bunga hingga Gejolak Global di Semester II-2026
ILUSTRASI. Mandiri - kontan native online (BANK MANDIRI/NATIVE)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk mewaspadai sejumlah tantangan yang berpotensi mempengaruhi kinerja perbankan pada paruh kedua 2026. Di antaranya yaitu dinamika suku bunga, kondisi likuiditas, volatilitas nilai tukar, hingga ketidakpastian ekonomi global dan domestik.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyebut, arah suku bunga masih menjadi faktor yang paling diperhatikan karena akan berdampak terhadap biaya pendanaan, penyaluran kredit, dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

"Beberapa hal yang kami cermati di sisa enam bulan ke depan akan banyak terkait dengan dinamika suku bunga. Likuiditas tentunya juga akan terkait dengan kenaikan suku bunga," ujar Riduan dalam Public Expose Kuartal II 2026, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga: Bank Mandiri Bukukan Laba Rp 30,4 Triliun hingga Juni 2026, Kredit Melesat 19,9%

Selain itu, Riduan bilang pihaknya juga mencermati pergerakan nilai tukar yang berpotensi masih dipengaruhi berbagai faktor eksternal. Untuk itu, bank bakal terus menerapkan manajemen risiko secara prudent guna menjaga fundamental perusahaan.

"Dalam menghadapi dinamika nilai tukar, kami akan terus mengedepankan pengelolaan risiko yang prudent untuk menjaga ketahanan fundamental dan mendukung stabilitas perekonomian nasional," katanya.

Riduan menambahkan, perkembangan geopolitik serta kondisi ekonomi global dan domestik juga menjadi perhatian perseroan karena berpotensi memengaruhi harga komoditas maupun pasar keuangan.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Riduan memastikan Bank Mandiri bakal tetap mengoptimalkan fungsi intermediasi melalui strategi pertumbuhan berbasis ekosistem, mempercepat transformasi digital, serta meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah.

Ia optimistis fundamental Bank Mandiri yang kuat akan menjadi modal untuk menjaga pertumbuhan bisnis hingga akhir tahun. Di saat yang sama, bank juga bakal terus memperluas pembiayaan ke sektor-sektor produktif, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.

"Dengan fundamental yang kuat, Bank Mandiri akan terus bertumbuh secara berkelanjutan, memperluas pembiayaan kepada sektor-sektor produktif termasuk UMKM, serta terus mendukung agenda pembangunan nasional sebagai agent of development," tukasnya.

Baca Juga: Kendati Rasio Permodalan Susut, Bank Tetap Pede Salurkan Kredit

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×