kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Bank Mandiri ubah rencana bisnis jika BBM naik


Rabu, 19 Juni 2013 / 12:32 WIB
ILUSTRASI. Ini 5 Panduan Cara Merawat Anak Kucing


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa |

JAKARTA. Mengantisipasi dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana mengubah Rencana Bisnis Bank (RBB) 2013.

"Kami akan lakukan perubahan RBB. Tapi belum dimasukkan (ke Bank Indonesia) karena masih menunggu," jelas Direktur Utama Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin, Rabu, (19/6).

Ia menyebut, kenaikan BBM ini tentunya akan mengubah target pertumbuhan kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) Mandiri. Hanya saja, bank pelat merah ini masih menunggu ketuk palu dan pengumuman resmi dari pemerintah.

Bila melihat secara historis, Budi yakin situasi akan kembali normal pada kuartal kedua sampai ketiga setelah harga BBM tersebut naik. Bahkan, bila dibandingkan dengan tahun 2005 dan 2008, ia yakin masyarakat akan lebih lunak pada kenaikan BBM kali ini.

Pada tahun 2005 dan 2008 lalu, inflasi bisa melonjak dari 9% menjadi 12%. Sedangkan menurut kajian Mandiri, kali ini inflasi hanya akan naik dari 5,5% menjadi sekitar 6,25%. "Tidak akan setinggi dulu," ujarnya.

Sayangnya, Budi masih enggan menjelaskan seperti apa RBB yang dibuat Mandiri sebagai dampak kenaikan BBM. Pada rencana awal, Mandiri memproyeksikan kredit mampu tumbuh 20%-22% dan DPK naik 15%-17% sepanjang 2013.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×