kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.918   48,00   0,27%
  • IDX 5.676   -144,30   -2,48%
  • KOMPAS100 733   -18,90   -2,51%
  • LQ45 559   -13,70   -2,39%
  • ISSI 197   -4,31   -2,14%
  • IDX30 318   -7,50   -2,31%
  • IDXHIDIV20 392   -8,80   -2,19%
  • IDX80 83   -2,19   -2,56%
  • IDXV30 107   -1,90   -1,75%
  • IDXQ30 103   -2,28   -2,17%

Waktunya perbankan bersikap global


Rabu, 19 Juni 2013 / 11:53 WIB
ILUSTRASI. Direktur Utama Ancora Indonesia Resources Rolaw P. Samosir. KONTAN/Baihaki/16/10/2019


Reporter: Dyah Megasari |

KUALA LUMPUR. Globalisasi menjadi tantangan penting dan berat bagi dunia perbankan. Perusahaan yang menafikan gobalisasi sebagai fenomena dunia, akan tergulung dan jatuh. Demikian antara lain yang mengemuka dalam pembukaan Konferensi Tahunan Bank CIMB tingkat Asia Pasifik di Kuala Lumpur.

"Budaya lokal sangat penting untuk dipertahankan, tetapi kita harus berani menggeser sedikit nilai lokal itu untuk dikombinasikan dengan nilai global," ujar Takumi Shibata, Former Nomura Holdings Group COO saat memberi ceramah dalam pertemuan tersebut di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (19/6/2013).

Pertemuan ini dihadiri para pejabat Bank CIMB dari Malaysia, Thailand, dan Singapura. Takumi menambahkan, nilai-nilai globali perlu diserap agar perusahaan mampu bertahan.

Hal tersebut dikuatkan oleh Group Chief Executive CIMB Group Dato Sri Nazir Razak. Dia menggambarkan betapa krisis ekonomi yang melanda Amerika pada 2008 turut memukul perbankan di Asia. Meskipun perekonomian Asia relatif aman, namun peristiwa di Amerika itu menyebarkan ketakutan di Asia.

Dato menambahkan, untuk itu, perlu penguatan kepemimpinan perusahaan di Asia. Ini perlu juga menyerap nilai-nilai global atau Barat. ketika Barat bertemu dengan Timur, akan menjadi fusi ideal dalam redefinisi kepemimpinan. (Erlangga Djumena/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×