kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bank masih andalkan sumber pendanaan DPK dan PUAB


Jumat, 10 Agustus 2018 / 19:58 WIB
ILUSTRASI. ilustrasi perbankan


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Agung Jatmiko

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengatakan perbankan masih mengandalkan sumber pendanaan dari dua instrumen. Pertama adalah dari dana pihak ketiga (DPK) dan kedua dari pasar uang antar bank (PUAB). Dua instrumen ini menyumbang 90% dari total pendanaan bank.

Dody Arifianto, Kepala Group Risiko Perekonomian dan Sistem Keuangan LPS mengatakan bank masih mengandalkan pendanaan dari DPK dan PUAB. "Pinjaman bilateral belum menjadi sumber pendanaan utama bagi mayoritas bank," kata Dody kepada kontan.co.id, Sabtu (6/8).

Namun, menurut Nanang Hendarsyah Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI, pendanaan dari DPK dan PUAB memiliki perbedaan. Menurutnya, pinjaman PUAB biasanya dilakukan untuk jangka pendek, misalnya karena missmatch likuiditas bank harian. Sebagian besar volume PUAB adalah tenor overnights.

Sedangkan DPK merupakan sumber pendanana yang lebih stabil. Namun kata Nanang ada yang lebih stabil yaitu NCD dan obligasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×