Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Meski pangsa pasar perbankan syariah masih terbilang mini, Bank Mega Syariah melihat peluang pertumbuhan masih terbuka lebar seiring besarnya potensi pasar syariah di Indonesia.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, jumlah aset bank umum syariah (BUS) dan unit usaha syariah (UUS) mencapai Rp 1.397 triliun hingga Oktober 2025. Angka itu jelas jauh di bawah total aset bank umum dalam periode yang sama, yang mencapai Rp 13.219 triliun.
Artinya aset perbankan syariah saat ini hanya kisaran 10% dari total aset perbankan nasional.
Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah, Hanie Dewita, menilai salah satu tantangan utama yang menghambat pertumbuhan market share bank syariah adalah rendahnya kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap keunggulan produk syariah dibandingkan produk perbankan konvensional.
Baca Juga: BSI (BRIS) Nilai Skala Aset dan Jaringan Dorong Inklusi Keuangan Syariah 7%–8%
“Potensi perbankan syariah sangat besar. Namun, tantangan utamanya masih pada literasi publik yang belum merata terkait nilai tambah produk syariah,” ujar Hanie kepada Kontan, Senin (5/1/2026).
Untuk menjawab tantangan tersebut, Bank Mega Syariah menekankan pentingnya upaya literasi yang masif dan berkelanjutan guna meningkatkan daya saing industri perbankan syariah secara keseluruhan.
Dari sisi strategi, Bank Mega Syariah terus mendorong perluasan pangsa pasar, khususnya di segmen ritel. Upaya ini dilakukan melalui pengembangan produk yang kompetitif serta peningkatan kualitas layanan, termasuk penguatan kanal digital.
Saat ini, Hanie bilang pangsa pasar Bank Mega Syariah masih di bawah 5% dari industri perbankan syariah. Ke depan, bank optimistis mampu mencatatkan pertumbuhan yang berkelanjutan hingga akhir 2026.
Hanie menjelaskan, perseroan tengah fokus memperkuat segmen ritel melalui strategi business-to-business-to-consumer (B2B2C).
“Strategi ini kami jalankan dengan memperkuat kemitraan di berbagai ekosistem, seperti sektor pendidikan dan kesehatan, untuk menghadirkan solusi keuangan berbasis syariah,” jelasnya.
Beberapa produk yang didorong antara lain kartu pembiayaan syariah serta tabungan haji. Selain itu, transformasi digital melalui aplikasi m-Syariah juga menjadi salah satu katalis utama pertumbuhan, seiring kebutuhan nasabah terhadap layanan perbankan yang cepat dan efisien.
Dengan kombinasi ekspansi bisnis, penguatan ekosistem, serta digitalisasi layanan, Bank Mega Syariah berharap dapat terus meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan industri perbankan syariah nasional.
Selanjutnya: Biaya Penggantian Kartu Debit & Kredit BCA Terbaru, Cek Panduan Lengkapnya
Menarik Dibaca: Kim Seon-ho dan Go Youn-jung Siap Beri Kejutan Penggemar di Jakarta
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













