kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Bank Sampoerna butuh waktu untuk tingkatkan modal


Senin, 13 Januari 2020 / 22:47 WIB
Bank Sampoerna butuh waktu untuk tingkatkan modal
ILUSTRASI. Nasabah di Kantor Cabang Bank Sahabat Sampoerna, Jumat (8/8). Bank Sampoerna butuh waktu tingkatkan modal. KONTAN/Baihaki/9/8/2014

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Sampoerna menilai rencana peningkatan ketentuan modal minimum bank umum kegiatan usaha (BUKU) 1 yang tengah direncanakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terlalu cepat.

“Jika benar diterapkan untuk modal BUKU 1 minimum menjadi Rp 3 triliun pada 2022sepertinya nggak terlalu cepat. Karena artinya bank mesti meningkatkan modal minimum lebih dari 15 kali lipat dibandingkan ketentuan saat ini,” kata Direktur Keuangan Bank Sampoerna Hengky Suryaputra kepada Kontan.co.id, Senin (13/1).

Baca Juga: BNI sudah siap implementasikan transaksi kartu kredit pakai PIN

Meski demikian, Hengky bilang jika kelak diimplementasikan perseroan pasti akan memenuhi ketentuan tersebut. Pemegang saham disebutnya juga berkomitmen untuk tambah modal perseroan.

Sepanjang sembilan bulan pada 2019 lalu, pemegang saham perseroan juga telah tercatat menambah modal Rp 265 miliar. Ini juga yang bikin rasio kecukupan modal Bank Sampoerna per kuartal III-2019 tercatat cukup tebal sebesar 20,94%.

“Selama lima tahun terakhir pemegang saham telah menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan modal bank sesuai kebutuhan dan mematuhi ketentuan yang ada,” sambungnya.

Baca Juga: Kredit konsumsi BNI masih bisa tumbuh mumpuni

Sebelumnya Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK Slamet Edy Purnomo menyatakan pihaknya bakal segera menerbitkan beleid terkait kewajiban minimum modal BUKU 1 menjadi Rp 1 triliun mulai tahun ini. Dan bertahap akan terus ditingkatkan hingga Rp 3 triliun pada 2022.




TERBARU

Close [X]
×