kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.325
  • EMAS681.000 0,89%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Bank Syariah Mandiri tempatkan dana Rp 2 triliun pada sukuk BI

Kamis, 27 Desember 2018 / 19:15 WIB

Bank Syariah Mandiri tempatkan dana Rp 2 triliun pada sukuk BI
ILUSTRASI. Bank Mandiri Syariah

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) menempatkan dana Rp 2 triliun pada Sukuk Bank Indonesia. Penempatan tersebut setelah melalui proses lelang yang dilakukan pada 21 Desember 2018.

Direktur Finance Strategy and Treasury Bank Syariah Mandiri Ade Cahyo Nugroho menyampaikan penempatan pada sukuk BI tersebut merupakan bagian dari dukungan Bank Syariah Mandiri terhadap kebijakan Bank Indonesia sekaligus alternatif penempatan dana bank pada instrumen pasar uang. Bank Syariah Mandiri mengambil mayoritas sukuk BI melalui lelang tersebut.


"Dari Rp 3,053 triliun sukuk BI yang dilelang, Bank Syariah Mandiri menyerap mayoritasnya atau duapertiga dari total atau senilai Rp 2 triliun dengan imbal hasil yang sudah ditentukan BI " kata Ade Cahyo dalam keterangan tertulis, Kamis (27/12).

Lebih lanjut dia mengatakan sebagai pelaku jasa Keuangan, Bank Syariah Mandiri sangat antusias dengan sukuk BI ini. Terlebih tenor yang ditawarkan sukuk Bank Indonesia ini tergolong pendek yaitu satu minggu, dua minggu, satu bulan dan tiga bulan. Hal ini berbeda dengan pasar uang SBSN Surat Perbendaharaan Negara yaitu enam bulan dan sembilan bulan.

Ade bilang kondisi tersebut menjadi peluang bagi Mandiri Syariah di dalam mengelola likuiditas, utamanya dalam rangka strategi enhancement yield melalui penempatan Sukuk BI.

Sukuk BI, bagi bank syariah dapat digunakan sebagai instrumen pengelolaan likuiditas dengan dengan potensi yield lebih tinggi dibanding FASBIS bertenor overnight. Disamping itu, instrumen ini lebih memenuhi prinsip syariah (akad musyarakah muntahiya bi tamlik) karena bukan based on paper, tetapi ada underlying-nya yaitu SBSN.

Sukuk BI akan mengisi kekosongan instrumen pasar uang yang bertenor di bawah satu tahun yaitu SBIS yakni 9 dan 12 bulan, dan SPNS bertenor enam bulan dan sembilan bulan.

Perbankan syariah juga bisa memanfaatkan sukuk BI untuk diperdagangkan ke bank lain termasuk ke bank konvensional ketika kekurangan likuiditas. Dengan kata lain, sukuk BI lebih fleksibel untuk dipakai sebagai alat likuiditas perbankan syariah dibanding instrumen moneter SBIS.


Reporter: Maizal Walfajri
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0444 || diagnostic_web = 0.2654

Close [X]
×