kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.049   32,00   0,19%
  • IDX 7.048   -43,45   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -4,90   -0,50%
  • LQ45 716   -1,68   -0,23%
  • ISSI 251   -1,25   -0,50%
  • IDX30 389   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 487   -1,85   -0,38%
  • IDX80 110   -0,59   -0,54%
  • IDXV30 135   -0,95   -0,70%
  • IDXQ30 127   0,03   0,02%

Wajib Masuk RBB, OJK Akan Pantau Penyaluran Kredit UMKM di Perbankan


Minggu, 17 Agustus 2025 / 06:30 WIB
Wajib Masuk RBB, OJK Akan Pantau Penyaluran Kredit UMKM di Perbankan
ILUSTRASI. Pekerja menyelesaikan pembuatan dimsum UMKM. OJK berupaya mendorong penyaluran kredit UMKM./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/17/02/2022.


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya mendorong penyaluran kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Maklum, kredit UMKM kini tengah melambat. 

Per Juni 2025, penyaluran kredit UMKM hanya tumbuh 2% secara tahunan, alias year on year (YoY).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengungkapkan, untuk memastikan penyaluran kredit UMKM, maka OJK mewajibkan kredit UMKM untuk masuk dalam Rencana Bisnis Bank (RBB), termasuk target pertumbuhannya. 

Menurutnya, jika kredit UMKM masuk dalam RBB, OJK akan lebih mudah melihat perkembangan dari tiap bank. Mulai dari perencanaan, assesmen hingga pemberian kreditnya.

Baca Juga: OJK Terapkan Pendekatan Baru untuk Dorong Penyaluran Kredit UMKM

“Sebetulnya yang paling penting kan kapasitas bank, yang kasih kredit kan mereka Itu yang harus dilihat. Apakah mereka masih ada kelemahan di sistem atau tidak,” ujar Dian, Kamis (14/8).

Lebih lanjut, ia bilang jika memang ditemukan ada kelemahan sistem di bank untuk melakukan penyaluran kredit UMKM maka OJK bisa membantu agar itu bisa lebih akomodatif.

Dengan begitu, ia berharap penyaluran kredit UMKM di beberapa bank itu sesuai dengan kemampuan tiap bank. 

Dian juga tak ingin menyeragamkan seperti ketentuan yang sebelumnya dengan komposisi kredit UMKM harus mencapai porsi tertentu.

“Nanti banyak negosiasinya kalau di RBB itu termasuk target-targetnya, kenapa ditetapkan misalnya sekian persen growth-nya, kenapa tidak sekian, itu biasa saja jadi banyak, nanti ada banyak prudensial meeting,” jelasnya.

Baca Juga: Sektor UMKM Hadapi Banyak Tantangan, Kredit Macet Kian Bengkak

Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan menuturkan, kebijakan baru ini menunjukkan bahwa OJK memang mengetahui setiap bank berbeda ya. Dalam hal ini, keahliannya kemudian fokus dari tiap bank.

Menurutnya, ketika penyaluran kredit UMKM diminta nanti masuk RBB harusnya tidak banyak berdampak. Alasannya, ini juga mendukung pemerintah yang mau UMKM lebih bisa diperhatikan.

“Kami kan tahun lalu UKM tumbuhnya lumayan bagus ya, sekitar 9% - 9,5%,” ujar Lani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×