Reporter: Aura Putri | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham-saham perbankan menutup perdagangan sepekan di zona hijau. Setelah sempat mengalami fluktuasi pada awal hingga pertengahan pekan, saham bank-bank berkapitalisasi besar berhasil mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Jumat (17/7/2026).
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memimpin penguatan dengan kenaikan 3,94% ke level Rp 4.480 per saham. Di posisi berikutnya, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) melesat 4,13% menjadi Rp 1.260 per saham.
Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 4,02% ke posisi Rp 6.475 per saham. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 3,85% ke level Rp 2.970, sedangkan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menanjak 2,29% menjadi Rp 3.580 per saham.
Meski demikian, pergerakan saham sektor perbankan sepanjang pekan tidak sepenuhnya mulus. Pada perdagangan Selasa (14/7/2026), sejumlah saham bank jumbo sempat tertekan akibat aksi ambil untung investor.
Baca Juga: Pembiayaan Multiguna BRI Finance Tumbuh 44,74% hingga Juni 2026
Kala itu, saham BBCA terkoreksi 1,61%, disusul BBRI yang turun 2,44% dan BMRI yang melemah 2,12%. Namun, tekanan jual tersebut berangsur mereda sehingga saham-saham perbankan kembali menguat hingga penutupan perdagangan akhir pekan.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai penguatan saham perbankan saat ini lebih dipengaruhi oleh kombinasi sentimen makroekonomi dan aliran dana investor dibandingkan faktor spesifik dari masing-masing emiten.
"Adanya net foreign buy di pasar saham menjadi sinyal bahwa investor asing kembali melakukan akumulasi pada saham-saham berkapitalisasi besar, termasuk sektor perbankan," ujar Nafan kepada Kontan, Jumat (17/7/2026).
Menurut dia, kondisi global juga cenderung mendukung setelah sejumlah data ekonomi Amerika Serikat memperkuat ekspektasi pasar bahwa kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed tidak akan jauh lebih ketat dari perkiraan sebelumnya.
Baca Juga: Pertumbuhan KPR Diproyeksi Masih Landai sampai Akhir Tahun 2026
Situasi tersebut mendorong peningkatan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk pasar saham di negara berkembang (emerging markets) seperti Indonesia.
Selain sentimen global, sektor perbankan dinilai tetap menarik karena memiliki fundamental yang solid. Kualitas aset yang terjaga, pertumbuhan kredit yang masih positif, serta valuasi yang kompetitif menjadi faktor yang menopang minat investor terhadap saham-saham bank.
"Jadi, sejauh ini kenaikan saham perbankan lebih mencerminkan perbaikan sentimen pasar dan aksi beli investor, bukan karena adanya satu pengumuman atau informasi material tertentu dari sektor perbankan," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
