kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Saham Bank-Bank Besar Kompak Menguat Akhir Pekan, Ini Pendorongnya


Jumat, 17 Juli 2026 / 16:45 WIB
Saham Bank-Bank Besar Kompak Menguat Akhir Pekan, Ini Pendorongnya
ILUSTRASI. Saham-saham perbankan menutup perdagangan sepekan di zona hijau. Setelah sempat mengalami fluktuasi pada awal hingga pertengahan pekan (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Aura Putri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham-saham perbankan menutup perdagangan sepekan di zona hijau. Setelah sempat mengalami fluktuasi pada awal hingga pertengahan pekan, saham bank-bank berkapitalisasi besar berhasil mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Jumat (17/7/2026).

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memimpin penguatan dengan kenaikan 3,94% ke level Rp 4.480 per saham. Di posisi berikutnya, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) melesat 4,13% menjadi Rp 1.260 per saham.

Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 4,02% ke posisi Rp 6.475 per saham. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 3,85% ke level Rp 2.970, sedangkan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menanjak 2,29% menjadi Rp 3.580 per saham.

Meski demikian, pergerakan saham sektor perbankan sepanjang pekan tidak sepenuhnya mulus. Pada perdagangan Selasa (14/7/2026), sejumlah saham bank jumbo sempat tertekan akibat aksi ambil untung investor.

Baca Juga: Pembiayaan Multiguna BRI Finance Tumbuh 44,74% hingga Juni 2026

Kala itu, saham BBCA terkoreksi 1,61%, disusul BBRI yang turun 2,44% dan BMRI yang melemah 2,12%. Namun, tekanan jual tersebut berangsur mereda sehingga saham-saham perbankan kembali menguat hingga penutupan perdagangan akhir pekan.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai penguatan saham perbankan saat ini lebih dipengaruhi oleh kombinasi sentimen makroekonomi dan aliran dana investor dibandingkan faktor spesifik dari masing-masing emiten.

"Adanya net foreign buy di pasar saham menjadi sinyal bahwa investor asing kembali melakukan akumulasi pada saham-saham berkapitalisasi besar, termasuk sektor perbankan," ujar Nafan kepada Kontan, Jumat (17/7/2026).

Menurut dia, kondisi global juga cenderung mendukung setelah sejumlah data ekonomi Amerika Serikat memperkuat ekspektasi pasar bahwa kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed tidak akan jauh lebih ketat dari perkiraan sebelumnya.

Baca Juga: Pertumbuhan KPR Diproyeksi Masih Landai sampai Akhir Tahun 2026

Situasi tersebut mendorong peningkatan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk pasar saham di negara berkembang (emerging markets) seperti Indonesia.

Selain sentimen global, sektor perbankan dinilai tetap menarik karena memiliki fundamental yang solid. Kualitas aset yang terjaga, pertumbuhan kredit yang masih positif, serta valuasi yang kompetitif menjadi faktor yang menopang minat investor terhadap saham-saham bank.

"Jadi, sejauh ini kenaikan saham perbankan lebih mencerminkan perbaikan sentimen pasar dan aksi beli investor, bukan karena adanya satu pengumuman atau informasi material tertentu dari sektor perbankan," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×