kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.676   -107,00   -0,60%
  • IDX 6.668   72,11   1,09%
  • KOMPAS100 872   13,18   1,53%
  • LQ45 663   10,90   1,67%
  • ISSI 232   2,15   0,94%
  • IDX30 371   5,78   1,58%
  • IDXHIDIV20 459   8,65   1,92%
  • IDX80 100   1,57   1,60%
  • IDXV30 127   2,77   2,24%
  • IDXQ30 119   2,33   2,00%

Harga BBM Naik, Adira Finance Prediksi Minat Kendaraan Listrik Meningkat


Jumat, 17 Juli 2026 / 14:18 WIB
Harga BBM Naik, Adira Finance Prediksi Minat Kendaraan Listrik Meningkat
ILUSTRASI. Pembiayaan Adira Finance (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) menilai potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dapat mendorong masyarakat mulai mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai alternatif yang lebih efisien. 

Pandangan ini sejalan dengan penilaian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyebut kenaikan harga BBM berpotensi menggeser minat masyarakat ke kendaraan listrik.

Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan, kenaikan harga BBM memang dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik dalam jangka panjang. 

Baca Juga: Perkuat Mitigasi Risiko Dunia Usaha, Askrindo Gandeng Apindo Kalimantan Utara

Kendati begitu, keputusan konsumen tetap dipengaruhi oleh sejumlah faktor lain, seperti harga kendaraan, ketersediaan infrastruktur pengisian daya, insentif pemerintah, hingga kesiapan layanan purna jual.

“Potensi kenaikan harga BBM dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai alternatif yang lebih efisien dalam jangka panjang,” ujar Gani kepada Kontan, Selasa (14/7/2026).

Sejalan dengan tren tersebut, OJK mencatat pembiayaan mobil listrik (roda empat) oleh industri multifinance mencapai Rp20,06 triliun per Mei 2026 atau tumbuh 29,16% secara tahunan. Nilai tersebut setara dengan 3,69% dari total pembiayaan multifinance dan masih didominasi pembiayaan kendaraan hybrid sebesar Rp11,74 triliun.

Gani menuturkan, Adira Finance melihat kendaraan listrik sebagai salah satu segmen yang memiliki prospek pertumbuhan ke depan. Namun, laju pertumbuhannya diperkirakan berlangsung secara bertahap seiring ekosistem kendaraan listrik yang masih terus berkembang.

"Sejalan dengan perkembangan tersebut, kami melihat kendaraan listrik sebagai salah satu segmen yang memiliki prospek pertumbuhan ke depan," terangnya.

Menurutnya, penguatan ekosistem masih diperlukan, terutama dari sisi pemerataan infrastruktur pengisian daya, layanan purna jual, serta kepastian nilai jual kembali kendaraan di pasar sekunder. Per Juni 2026, penyaluran pembiayaan mobil listrik Adira Finance tercatat sekitar Rp326 miliar.

Baca Juga: Pembiayaan Multiguna Adira Finance Mencapai Rp 12,5 Triliun hingga Semester I-2026

Untuk mengoptimalkan peluang tersebut, perusahaan  akan tetap menjalankan strategi secara selektif dan prudent melalui penguatan kerja sama dengan dealer dan agen pemegang merek (ATPM), penyediaan skema pembiayaan yang kompetitif, serta penerapan proses underwriting dan pengelolaan risiko yang memadai agar pertumbuhan bisnis tetap sehat dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×