Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) menilai potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dapat mendorong masyarakat mulai mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai alternatif yang lebih efisien.
Pandangan ini sejalan dengan penilaian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyebut kenaikan harga BBM berpotensi menggeser minat masyarakat ke kendaraan listrik.
Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan, kenaikan harga BBM memang dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik dalam jangka panjang.
Baca Juga: Perkuat Mitigasi Risiko Dunia Usaha, Askrindo Gandeng Apindo Kalimantan Utara
Kendati begitu, keputusan konsumen tetap dipengaruhi oleh sejumlah faktor lain, seperti harga kendaraan, ketersediaan infrastruktur pengisian daya, insentif pemerintah, hingga kesiapan layanan purna jual.
“Potensi kenaikan harga BBM dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai alternatif yang lebih efisien dalam jangka panjang,” ujar Gani kepada Kontan, Selasa (14/7/2026).
Sejalan dengan tren tersebut, OJK mencatat pembiayaan mobil listrik (roda empat) oleh industri multifinance mencapai Rp20,06 triliun per Mei 2026 atau tumbuh 29,16% secara tahunan. Nilai tersebut setara dengan 3,69% dari total pembiayaan multifinance dan masih didominasi pembiayaan kendaraan hybrid sebesar Rp11,74 triliun.
Gani menuturkan, Adira Finance melihat kendaraan listrik sebagai salah satu segmen yang memiliki prospek pertumbuhan ke depan. Namun, laju pertumbuhannya diperkirakan berlangsung secara bertahap seiring ekosistem kendaraan listrik yang masih terus berkembang.
"Sejalan dengan perkembangan tersebut, kami melihat kendaraan listrik sebagai salah satu segmen yang memiliki prospek pertumbuhan ke depan," terangnya.
Menurutnya, penguatan ekosistem masih diperlukan, terutama dari sisi pemerataan infrastruktur pengisian daya, layanan purna jual, serta kepastian nilai jual kembali kendaraan di pasar sekunder. Per Juni 2026, penyaluran pembiayaan mobil listrik Adira Finance tercatat sekitar Rp326 miliar.
Baca Juga: Pembiayaan Multiguna Adira Finance Mencapai Rp 12,5 Triliun hingga Semester I-2026
Untuk mengoptimalkan peluang tersebut, perusahaan akan tetap menjalankan strategi secara selektif dan prudent melalui penguatan kerja sama dengan dealer dan agen pemegang merek (ATPM), penyediaan skema pembiayaan yang kompetitif, serta penerapan proses underwriting dan pengelolaan risiko yang memadai agar pertumbuhan bisnis tetap sehat dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
