kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bankir percaya diri bersaing dengan fintech


Selasa, 06 Februari 2018 / 18:30 WIB
ILUSTRASI. Uang rupiah di BNI


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa bankir optimistis bisa terus bisa bersaing dengan adanya fintech. Hal ini karena saat ini peluang bisnis perbankan masih cukup besar ke depan.

Sebelumnya, dalam risetnya McKinsey memproyeksi pada 2025 pangsa pasar bisnis ritel perbankan akan tergerus fintech.

Anggoro Direktur Konsumer BNI bilang prediksi McKinsey ini mungkin saja terjadi di Singapura dan negara lain yang layanan bank sudah optimal.

"Prediksi riset tersebut tidak sepenuhnya betul, karena pasar dan basis konsumer perbankan ritel di Indonesia masih sangat besar," kata Anggoro kepada kontan.co.id, Selasa (6/2).

BNI memproyeksi kebutuhan terhadap layanan perbankan masih sangat besar. Apalagi bank saat ini menawarkan beberapa keunggulan di beberapa bidang yang tidak bisa dijangkau fintech.

Ke depan, BNI juga terus melakukan perbaikan di sisi layanan melalui berbagai perangkat digital bank sehingga loyalitas nasabah dapat tetap terjaga.

Handayani, Direktur Konsumer BRI melihat fintech sebagai partner untuk bekerjasama dan bersinergi.

"Hal ini u ntuk memberikan layanan produk dan kemudahan bagi masyarakat," kata Handayani kepada kontan.co.id, Selasa (6/2).

Dengan ini diharapkan bank bisa lebih bisa memberikan akses yang lebih luas untuk menyejahterakan untuk mendukung literasi keuangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×