kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Bankir sebut bisnis hedging masih flat


Rabu, 11 Oktober 2017 / 20:00 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Johana K.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA Meski rupiah cukup fluktuatif pada beberapa minggu terakhir, beberapa bankir menyebut realisasi bisnis hedging atau lindung nilai masih relatif stabil.

Hedging biasanya dilakukan oleh perusahaan untuk membatasi atau melindungi dana transaksinya dari fluktuasi nilai tukar mata uang yang tidak menguntungkan. Strategi ini bisa meminimalkan risiko kerugian meski ia tengah melakukan transaksi.

Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA mengatakan, saat ini fasilitas hedging masih belum banyak digunakan. "Karena kami juga tidak terlalu memberikan pinjaman valas," kata Jahja kepada KONTAN, Rabu (11/10).

Panji Irawan, Direktur Treasury dan Internasional BNI bilang ditengah fluktuasi rupiah permintaan terhadap hedging tidak terlalu terasa. "Kemungkinannya karena pelaku sudah melakukan mitigasi," kata Panji kepada KONTAN, Rabu (11/10).

Peter Suwandi, Vice President Director DBS Indonesia bilang saat ini industri yang banyak melakukan hedging diantaranya sektor kimia, otomotif, dan peralatan sepeda motor. "Kebanyakan industri tersebut melakukan meminta simple plan vanila hedging," kata Peter ketika ditemui di acara bincang media, Rabu (11/10).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×