kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Banten gaet izin, Bank Pundi melejit


Kamis, 14 Januari 2016 / 21:29 WIB


Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Yuwono Triatmodjo

JAKARTA. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten telah mengantongi restu pembentukan bank daerah dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Hal ini berdampak positif bagi pergerakan saham PT Bank Pundi Indonesia Tbk (BEKS) yang menjadi target akuisisi Pemprov Banten.

Pada awal perdahangan Kamis (14/1), harga saham Bank Pundi langsung dibuka positif di level Rp 60 per saham. Harga ini naik 3,45% dari penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp 58 per saham.

Sentimen positif terus berlanjut hingga akhir sesi kedua perdagangan. Alhasil, harga saham BEKS dalam sehari ini melonjak 20% ke posisi Rp 78 per saham.

Seperti diketahui, Pemprov Banten bermaksud mencaplok saham Bank Pundi melalui Banten Global Development (BGD). Namun rencana tersebut sempat terhambat akibat kasus suap yang melibatkan Ketua Komisi III dan Wakil Ketua DPRD Banten, serta Direktur BGD. Ketiganya dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) awal Desember 2015 di Serpong, dengan alat bukti uang US$ 11.000 plus Rp 60 juta.

Dana itu diberikan Direktur BGD untuk memuluskan pengesahan RAPBN Bantan tahun 2016 yang memuat anggaran pembentukan bank daerah.

Transaksi akuisisi BEKS, sejatinya akan memasuki tahap negoisasi nilai pembelian dengan calon pemilik saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×