kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

BAV salurkan pinjaman program kemitraan untuk genjot mitra binaan naik kelas


Selasa, 17 Desember 2019 / 22:00 WIB
BAV salurkan pinjaman program kemitraan untuk genjot mitra binaan naik kelas
ILUSTRASI. CEO PT. Bahana Artha Ventura (BAV) Muhamad Sidik Heruwibowo. KONTAN/Cheppy A. Muchlis

Reporter: Ahmad Ghifari | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bahana Artha Ventura (BAV), semakin gencar menjalin kerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk meningkatkan efektifitas penyaluran kredit Program Kemitraan (PK) demi mendorong Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) bisa naik kelas, tanpa meninggalkan prinsip kehati-hatian di tengah-tengah kondisi perekonomian yang masih penuh tekanan.

BAV anak perusahaan plat merah PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) telah menjalin kerjasama dengan 16 BUMN untuk menyalurkan Program Kemitraan guna menopang permodalan UMKM yang menjadi mitra binaannya. Pinjaman disalurkan ke berbagai sektor mulai dari pertanian, industri, peternakan, perdagangan hingga jasa. BAV menyalurkan pinjaman kemitraan melalui 17 Perusahaan Modal Ventura Daerah (PMVD), dengan total outstanding melebihi Rp 500 miliar.

Baca Juga: Bahana Artha Ventura catat pembiayaan ultra mikro Rp 520 miliar per Oktober

‘’Dengan jaringan PMVD yang sudah tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia dan mengedepankan prinsip penyaluran kredit yang penuh kehati-hatian sehingga tidak ada kredit yang bermasalah, kami pastikan ke depan masih akan ada tambahan BUMN yang bekerja sama dengan kami untuk membiayai UMKM,’’ ujar Direktur Utama BAV M. Sidik Heruwibowo dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id, Selasa (17/12).

Hingga akhir 2019, BAV memperkirakan total outstanding penyaluran kredit mencapai Rp 507 miliar, yang diberikan kepada hampir 5.000 mitra binaan di seluruh Indonesia. Tingkat non-performing loan (NPL) atau kredit bermasalah Program Kemitraan yang disalurkan melalui BAV cukup lancar tercermin pada tingkat NPL sebesar 0%.

"Pinjaman Program Kemitraan ini sangat membantu usaha kecil karena bunga yg rendah, yaitu 3% bahkan lebih rendah dari tingkat bunga acuan atau BI 7-days Repo Rate yang sebesar 5%,"jelas Sidik. 

Baca Juga: Ragam upaya uang elektronik agar bisa bertahan tanpa bakar uang

Di tengah-tengah kondisi perekonomian domestik yang tertekan sebagai dampak dari ketidakpastian di pasar global, menurut Sidik BAV menyadari permintaan kredit sepanjang tahun ini tidak sekencang tahun-tahun sebelumnya, dan bahkan ada beberapa mitra binaan yang mengalami tantangan dalam menjalankan usahanya namun dengan adanya pendampingan yang diberikan PMVD dan BAV mitra binaan tetap mampu menghadapi tantangan tersebut.

‘’Ke depan, dengan menggandeng BUMN kami ingin lebih besar lagi memberikan pembiayaan Program Kemitraan bagi mitra binaan, sehingga UMKM Indonesia mampu naik kelas menjadi perusahaan go public yang mampu bersaing di pasar global,’’ papar Sidik.

"Di sinilah diperlukan pembinaan dan pendampingan yang intens, sehingga produk yang dihasilkan mitra binaan tidak hanya mampu menarik minat pembeli domestik, namun mampu menembus pasar global dalam era industri 4.0, yang berkembang pesat saat ini,"tambahnya.

Demi meningkatkan ekspansi mitra binaannya sehingga dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan mampu melantai di bursa saham, BAV menjalin kerjasama dengan Kaya.id untuk membantu meningkatkan kualitas produk, kemasan serta memasarkannya.

Baca Juga: LinkAja kembangkan essential use cases demi penuhi kebutuhan konsumen

BAV juga menggandeng Linkaja untuk mempermudah sistem pembayaran sehingga bisa mendorong transaksi secara online, serta melibatkan Majoo dan USSI Itqan Tehno Solusi demi mendorong sistem teknologi pemasaran. "Melalui sinergi ini kami ingin mewujudkan UMKM menjadi pilar ekonomi Indonesia," ujar Sidik.




TERBARU

Close [X]
×