kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

BCA bidik pertumbuhan kredit 5% hingga 7% di tahun ini


Jumat, 21 Februari 2020 / 06:29 WIB
BCA bidik pertumbuhan kredit 5% hingga 7% di tahun ini
ILUSTRASI. Direksi dan komisaris BCA saat paparan kinerja di Jakarta (20/2/2020).

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Anna Suci

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wabah virus corona yang menyebar sejak awal tahun ini membuat PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) lebih konservatif dalam menargetkan kinerja tahun ini. Buktinya, tahun ini bank swasta terbesar di tanah air ini hanya membidik pertumbuhan kredit 5%-7%.

“Kalau bisa cepat diatasi, dalam satu bulan hingga dua bulan kami belum khawatir. Namun kalau ini tentu akan berdampak, tak cuma untuk kami melainkan juga industri perbankan (secara umum),” kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat paparan kinerja, Kamis (20/2). 

Meskipun diakui Jahja, hingga kini penyebaran virus corona sejatinya belum dapat diukur dampaknya. Namun secara jangka panjang, ia yakin penghentian produksi di China akibat Covid-19 bakal berdampak buruk.

Baca Juga: Bos BCA: MRT dan ojek online mempengaruhi permintaan kredit kendaraan

Jahja menjelaskan dalam jangka pendek, sebagian perusahaan masih dapat mengandalkan persediaan yang dimiliki untuk mengatasi penghentian produksi di China. Makanya ketika penghentian produksi berlarut, dan perusahaan kehabisan persediaan tanpa dapat menemukan pemasok anyar maka kegiatan ekonomi akan langsung terpukul.

“Dampak ke bisnis sebenarnya banyak variabel, di satu sisi misalnya di industri tekstil dan garmen dengan adanya lockdown di China artinya impor dari China akan berkurang, dan pelaku lokal bisa ambil kesempatan. Tiap industri juga akan merespon dengan berbeda,” jelasnya.

Selain soal penyebaran virus corona, Jahja juga menyoroti sejumlah kasus industri keuangan juga bakal jadi momok bagi pelaku industri dan selanjutnya juga akan berdampak ke penyaluran kredit perbankan.

“Kami tidak berani menargetkan pertumbuhan kredit tinggi, mungkin akan dijaga di kisaran 5%-7%. Karena adapula masalah di pasar modal, reksadana dan sejumlah perusahaan asuransi juga bermasalah. Kami saat ini tengah memantau dampaknya ke nasabah-nasabah BCA,” jelas Jahja.

Baca Juga: Bank BUKU 4 menopang pertumbuhan laba

Asal tahu saja, tahun lalu kinerja BCA mumpuni. Perusahaan yang memiliki kode emiten BBCA ini berhasil mengerek penyaluran kredit hingga 9,5% menjadi Rp 603,4 triliun. Sementara dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp 704,7 triliun, naik 11%.

BBCA juga berhasil mencetak laba Rp 28,5 triliun, tumbuh 10,5% dari tahun 2018. 




TERBARU

Close [X]
×