kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

BI Rate Naik 100 Bps, Bos Gadai Valuemax Ungkap Nasib Bunga Gadai


Jumat, 14 Agustus 2026 / 16:16 WIB
BI Rate Naik 100 Bps, Bos Gadai Valuemax Ungkap Nasib Bunga Gadai
ILUSTRASI. Gerai Gadai ValueMax Indonesia (Dok/PT Gadai ValueMax Indonesia)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) telah mengerek suku bunga acuan alias BI Rate sebesar 100 basis poin (bps). Kini BI rate berada di level 5,75%. Hal itu bisa saja berpotensi membuat biaya dana naik secara bertahap pada semester II-2026.

PT Gadai ValueMax Indonesia menilai dengan kenaikan BI Rate, tentu ada potensi kenaikan biaya pendanaan secara bertahap. Untuk menyikapi kondisi tersebut, Direktur Utama Gadai ValueMax Indonesia Brian Wiraatmadja mengatakan pihaknya menerapkan sejumlah strategi.

Brian menyebut stateginya, yakni menjaga struktur pendanaan tetap sehat dan tidak terlalu bergantung pada satu sumber pendanaan atau bank. Selain itu, dia bilang Gadai ValueMax Indonesia juga terus melakukan monitoring cost of fund dan menyesuaikan tenor pendanaan dengan kebutuhan pembiayaan perusahaan. 

Baca Juga: Laba AIA Financial Meroket 604% Jadi Rp 1,95 Triliun di Semester I, Ini Penyebabnya

"Kami juga terus mendorong efisiensi operasional agar kenaikan biaya dana tidak seluruhnya menjadi beban perusahaan," katanya kepada Kontan, Jumat (14/8/2026).

Lebih lanjut, Brian mengungkapkan saat ini, pihaknya belum melihat kebutuhan untuk secara otomatis menaikkan biaya gadai kepada konsumen hanya karena adanya kenaikan BI Rate. Dia bilang Gadai ValueMax akan melihat perkembangan cost of fund secara keseluruhan dan kondisi persaingan di industri pergadaian. 

"Paling penting bagi kami adalah menjaga agar produk gadai tetap kompetitif bagi nasabah dan memberikan return yang sehat bagi perusahaan," tuturnya.

Brian menyampaikan rata-rata bunga gadai yang dikenakan untuk sewa modal  saat ini berada di kisaran 1,1% per 15 hari, tergantung jenis produk dan tenor pembiayaan.

Sementara itu, Brian mengatakan sumber pendanaan perusahaan saat ini berasal dari kombinasi modal sendiri dan pendanaan eksternal, termasuk fasilitas dari perbankan. Ke depannya, dia bilang pihaknya akan terus melakukan diversifikasi sumber pendanaan. 

"Hal itu penting supaya perusahaan memiliki fleksibilitas dalam menghadapi perubahan suku bunga dan kondisi pasar, sekaligus dapat mendukung pertumbuhan pinjaman aktif," ungkapnya.

Pada prinsipnya, Brian menjelaskan kenaikan suku bunga memang menjadi tantangan bagi industri pergadaian dari sisi cost of fund. Namun, dia melihat hal itu sebagai bagian dari dinamika bisnis yang harus dikelola. 

"Fokus kami adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan, biaya pendanaan, kualitas portofolio, dan profitabilitas perusahaan secara berjenjang," ucap Brian. 

Baca Juga: NIM Bank Turun Jadi 4,34% di Semester I, OJK Ungkap Biang Kerok Penekan Profit

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×