Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk berupaya menjaga laju kinerjanya di paruh pertama tahun ini.
Hingga Juni 2026, emiten bank berkode saham BNGA ini mengantongi laba bersih konsolidasian sebanyak Rp 3,43 triliun, turun tipis 0,52% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Menengok laporan keuangan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026), ada sejumlah faktor yang menyebabkan hasil tersebut.
Seperti, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) bank dalam periode ini memang turun tipis 1,06% yoy menjadi Rp 6,55 triliun.
Baca Juga: ROI Dana Pensiun Tertekan, Industri Dapen Masih Berharap Pulih di Semester II
Jika dibedah, ini sejalan dengan turunnya pendapatan bunga sebesar 6,21% yoy menjadi Rp 11,62 triliun, meski beban bunga sebenarnya juga turun 12,12% yoy menjadi Rp 5,06 triliun.
Dari sisi operasional lainnya, beban impairment CIMB Niaga juga melonjak 95,12% yoy menjadi Rp 1,1 triliun. Sementara itu, pendapatan komisi/provisi/fee dan administrasi terkoreksi tipis 1,95% yoy menjadi Rp 1,51 triliun.
Beruntungnya, CIMB Niaga mencatatkan keuntungan dari penurunan nilai wajar liabilitas keuangan sebesar Rp 2,01 triliun, berbanding terbalik dari posisi rugi Rp 288,75 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Dus, penurunan laba operasional terkompensasi jadi hanya sebesar 2,78% yoy menjadi Rp 4,3 triliun.
Dari sisi intermediasi, total pembiayaan yang disalurkan CIMB Niaga secara konsolidasian mencapai Rp 247,2 triliun, tumbuh 6,63% yoy. Sejalan dengan itu, total aset perusahaan bertambah 6,73% yoy menjadi Rp 381,96 triliun.
Kualitasnya pun baik, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross turun dari menjadi 1,83% dari posisi 1,88% pada tahun sebelumnya.
Adapun total dana pihak ketiga (DPK) CIMB Niaga tumbuh 2,7% yoy menjadi Rp 268,97 triliun, dengan dana murah yang makin solid. Yang mana, giro naik 8,35% yoy menjadi Rp 104,04 triliun dan tabungan tumbuh 4,84% yoy menjadi Rp 88,7 triliun.
Di sisi lain, deposito yang tergolong dana mahal justru nominalnya turun 6,19% yoy menjadi Rp 76,22 triliun.
Dengan begitu, rasio pendanaan terhadap kredit (loan to deposit ratio/LDR) bank ada di posisi 90,45%, relatif lebih ketat ketimbang posisi 87,27% pada tahun sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
