kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

BCA fokus di dalam negeri, BNI incar luar negeri


Jumat, 17 Maret 2017 / 10:18 WIB
BCA fokus di dalam negeri, BNI incar luar negeri


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Arah pergerakan ekspansi bisnis bank papan atas berbeda-beda. Misalnya, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memilih untuk jago kandang dengan memperluas ekspansi cabang di dalam negeri, sedangkan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) akan meningkatkan usaha di Myanmar dan melirik Malaysia untuk ekspansi.

Meskipun ada peluang perbankan Indonesia untuk ekspansi ke luar negeri setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerjasama dengan regulator Malaysia, namun tak semua bank tertarik untuk melebarkan saya ke negeri jiran. Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA memilih untuk fokus mengembangkan bisnis di dalam negeri.

“Kami ingin perbesar ekspansi di Indonesia yang pasarnya masih luas. Tahun ini, BCA akan menambah sekitar 20 cabang hingga 30 cabang,” kata Jahja belum lama ini. Alasannya, ekspansi ke luar negeri membutuhkan biaya yang mahal yang tak sebanding dengan segmentasi pasar yang tak seluas seperti di Indonesia.

Sedikit berbeda, Achmad Baequni, Direktur Utama BNI menuturkan, pihaknya akan meningkatkan bisnis di Myanmar dengan rencana menaikan status representatif menjadi kantor cabang. Namun, ia belum dapat menyampaikan alokasi dana yang akan dikeluarkan untuk peningkatan ekspansi ke luar negeri.

Bagaimana dengan Malaysia? Baequni bilang, pihaknya masih perlu mengkaji untuk ekspansi ke negeri jiran tersebut, karena modal ekspansi kesan amencapai US$ 75 juta. Modal tersebut terbilang mahal meskipun dapat dicicil. “Untuk ekspansi di Malaysia, kami masih hitung dahulu apa sesuai dengan potensi bisnis disana,” terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×