kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.957   -38,00   -0,22%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

BCA Masih Akan Terus Tambah Jaringan Kantor, Ini Alasannya


Jumat, 06 Februari 2026 / 16:50 WIB
Diperbarui Sabtu, 07 Februari 2026 / 00:13 WIB
BCA Masih Akan Terus Tambah Jaringan Kantor, Ini Alasannya
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Kantor Cabang Bank Central Asia, Depok, Jawa Barat (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menilai kantor cabang masih relevan dengan kebutuhan nasabah saat ini. Meski volume transaksi melalui kantor cabang sudah sangat kecil, nilai transaksinya tetap signifikan.

Senior Vice President Operation Strategy & Development BCA, Setiady, menjelaskan, jumlah transaksi melalui kantor cabang BCA memang terus menurun seiring perkembangan digitalisasi, saat ini berada di bawah 1%. Namun, nilai transaksinya tetap besar, mencapai lebih dari 30% dari total transaksi BCA.

“Jadi, kantor cabang masih menjadi sarana penting untuk melakukan transaksi. Pertumbuhan transaksi tercepat terjadi di wilayah suburban dan kota-kota di luar pusat kota besar,” kata Setiady, Jumat (6/2/2026).

Setiady menambahkan, nasabah yang biasanya datang ke kantor cabang adalah segmen affluent dan upper mass. BCA juga menyadari bahwa masyarakat Indonesia cenderung lebih percaya melakukan transaksi bernilai besar di kantor fisik. Oleh karena itu, keberadaan kantor cabang tetap dianggap sangat penting.

Baca Juga: BCA Targetkan Penyaluran KPR Tumbuh 7% pada 2026, Ini Penopangnya

Transaksi yang paling banyak dilakukan di kantor cabang, menurut Setiady, meliputi layanan uang tunai, kebutuhan warkat, dan transaksi advisory kompleks untuk investasi. “Kebutuhan investasi yang kompleks memang memerlukan pertemuan langsung dengan Relationship Manager agar nasabah tidak salah langkah,” ujarnya.

Oleh karena itu, BCA berkomitmen menambah jaringan kantor, terutama di wilayah Indonesia Timur dan kota-kota yang selama ini belum memiliki cabang BCA.

Per akhir Desember 2025, jumlah kantor cabang BCA tercatat sebanyak 1.270 unit, naik dari 1.241 unit pada 2021. Dengan melihat kebutuhan kantor cabang yang masih besar, BCA berkomitmen untuk terus menambah jaringan ke depan, meski Setiady tidak merinci target angka spesifik.

Baca Juga: Bos BCA Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI Lebih Baik pada 2026

Meski akan menambah kantor, BCA juga akan menata kembali jaringan yang ada. Kantor yang dianggap terlalu berdekatan akan ditutup agar lebih efisien.

Selain itu, BCA juga melakukan digitalisasi di semua kantor cabang agar petugas kantor cabang bisa bekerja lebih cepat dan efisien. “Digitalisasi mampu menciptakan efisiensi sekitar 50% dari sisi waktu, sehingga petugas front office dapat memberikan nilai tambah lebih dalam melayani nasabah." pungkas Setiady.

Sementara di sisi lain, jumlah jaringan kantor industri perbankan terus menunjukkan penurunan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah kantor bank umum pada periode Juni 2025 sebanyak 23.538, menyusut 632 unit dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×