Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tantangan keluarga Indonesia kini tak hanya menjaga daya beli hari ini, tetapi juga menyiapkan kebutuhan masa depan yang berskala global. Perlindungan finansial sejak dini menjadi kunci, terutama menghadapi biaya pendidikan, kesehatan, dan investasi yang sering ditetapkan dalam dolar AS.
Biaya pendidikan tinggi di luar negeri, misalnya, melonjak akibat pelemahan rupiah dari Rp13.389 per dolar AS (2015) menjadi Rp16.985 (2026). Pendidikan senilai USD200.000 kini naik lebih dari Rp700 juta. Dampak serupa terjadi pada properti global dan barang konsumsi.
Selain itu, inflasi domestik sekitar 2,92% pada 2025 juga menekan daya beli dan keberlanjutan rencana keuangan keluarga. Tanpa strategi yang menyesuaikan kebutuhan lintas mata uang, selisih biaya berisiko terus membesar.
Baca Juga: Prudential Indonesia: Kebutuhan Masyarakat Terhadap Asuransi Masih Besar di 2026
Untuk memperkuat ketahanan finansial di tengah dinamika global, setiap keluarga modern membutuhkan perlindungan yang mendukung langkah selanjutnya di masa kini dan masa depan.
“Seiring aspirasi keluarga Indonesia yang semakin luas, mulai dari pendidikan anak hingga perencanaan warisan lintas generasi, perencanaan dan perlindungan finansial tidak lagi bisa bersifat lokal. Keluarga membutuhkan solusi global, lintas mata uang, dan berkelanjutan dari satu generasi ke generasi berikutnya,” ujar Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).
Untuk itu, kata Vivin, Prudential Syariah mendampingi keluarga Indonesia dengan pendekatan berbasis syariah yang adil, transparan, dan saling menolong. Perlindungan ini memungkinkan keluarga merancang masa depan tanpa mengorbankan kualitas hidup hari ini, tetap menikmati perjalanan bersama keluarga, dan memberikan pengalaman terbaik bagi anak.
Baca Juga: Mengintip Strategi Prudential Indonesia Dorong Kinerja Perolehan Laba pada 2026
Pertumbuhan asuransi syariah menunjukkan bahwa perlindungan bukan hanya soal angka, tetapi juga kesinambungan nilai hidup lintas generasi. Dengan pengelolaan risiko kolektif dan investasi bertanggung jawab, pendekatan ini relevan bagi keluarga yang menatap masa depan global.
Perencanaan keuangan terbaik kini memadukan kesiapan dalam rupiah dan dolar AS, menjaga stabilitas hari ini sekaligus mempersiapkan langkah global di masa depan. “Perlindungan jiwa menjadi elemen penting agar setiap impian keluarga dapat dijalani dengan aman dan percaya diri.” pungkas Vivin.
Selanjutnya: OJK Proyeksi Piutang Pembiayaan Multifinance Tumbuh 6%-8%, Ini Kata Pengamat
Menarik Dibaca: Harga Emas Global Menguji Naik Setelah Tumbang 3,7% Kemarin
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News











