kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.557.000   3.000   0,12%
  • USD/IDR 18.093   -96,00   -0,53%
  • IDX 5.030   110,49   2,25%
  • KOMPAS100 648   16,04   2,54%
  • LQ45 514   12,41   2,48%
  • ISSI 166   2,88   1,77%
  • IDX30 289   6,27   2,22%
  • IDXHIDIV20 389   6,59   1,72%
  • IDX80 75   1,80   2,47%
  • IDXV30 108   1,64   1,54%
  • IDXQ30 97   2,23   2,35%

BCA Salurkan Kredit UKM Rp149,2 Triliun hingga September 2026


Kamis, 05 November 2026 / 17:23 WIB
BCA Salurkan Kredit UKM Rp149,2 Triliun hingga September 2026
ILUSTRASI. Warga bertransaksi menggunakan di ATM BCA (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus memperkuat penyaluran kredit ke segmen usaha kecil dan menengah (UKM) dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Hingga September 2026, penyaluran kredit BCA ke segmen UKM tercatat tumbuh 15,4% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp149,2 triliun.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, perseroan berkomitmen mendorong penyaluran kredit ke berbagai segmen dan sektor usaha secara pruden dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian serta manajemen risiko yang disiplin.

Baca Juga: OJK: Aset Industri Asuransi Nonkomersial Rp 216,06 Triliun pada September 2026

Sejalan dengan pertumbuhan kredit tersebut, BCA juga memastikan kualitas pembiayaan tetap terjaga. Hera menyebut, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) pada segmen UKM masih terkendali. Hal ini turut mendukung terjaganya rasio NPL secara keseluruhan di level 1,8% pada sembilan bulan pertama 2026.

Menurutnya, setiap segmen usaha memiliki karakteristik risiko yang berbeda. Untuk itu, BCA menerapkan proses seleksi calon debitur secara ketat, melakukan pemantauan berkala, serta memperkuat edukasi bagi para pelaku usaha.

"Pendekatan ini dilakukan guna memastikan kualitas portofolio kredit tetap terjaga," ujar Hera kepada kontan.co.id, Rabu (4/11).

Selain itu, BCA menerapkan pendekatan yang adaptif dan terukur dalam menyalurkan kredit kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan manajemen risiko dan asesmen yang disesuaikan dengan kapasitas masing-masing debitur.

Hera menegaskan, prinsip kehati-hatian tetap menjadi landasan perseroan dalam menjaga kualitas kredit sekaligus mengelola risiko NPL secara optimal.

Ke depan, BCA juga menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya pemerintah dan otoritas dalam mendorong pertumbuhan pembiayaan UMKM yang sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga: KBank Indonesia (BMAS) Terima Pinjaman US$ 10 Juta dari Kasikornbank Global

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×