kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

BCA Syariah mempertahankan posisi FDR 91%


Selasa, 14 Agustus 2018 / 19:02 WIB

BCA Syariah mempertahankan posisi FDR 91%


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank BCA Syariah terus berupaya mempertahankan likuiditas perbankan. Direktur Utama BCA Syariah John Kosasih bilang, pihaknya akan menjaga rasio pembiayaan terhadap pendanaan atau finance to deposit ratio (FDR) di posisi 88% hingga 92% hingga akhir tahun.

Guna mencapai target tersebut, anak usaha dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ini akan mengombinasikan himpunan dana pihak ketika (DPK) dan modal usaha guna mengelontarkan pembiayaan kepada masyarakat. Tak heran rasio kecukupan modal BCA Syariah masih longgar.

Saat ini posisi capital adequacy ratio (CAR) BCA Syariah masih di kisaran 25%. Artinya modal yang dimiliki BCA Syariah masih besar untuk melakukan berbagai ekspansi. "Posisi FDR kami saat ini di kisaran 91%. FDR akan kami pertahankan di range 88%-92%. Caranya dengan terus menyalurkan pembiayaan," ujar John kepada Kontan.co.id pada Selasa (14/8).

Per Juni 2018, pertumbuhan pembiayaan BCA Syariah sebesar 21,3% yoy menjadi Rp 4,7 triliun. Sedangkan DPK mencapai Rp 5,2 triliun atau tumbuh 21,8% yoy dibandingkan posisi Juni 2017 sebesar Rp 4,2 triliun.

Meski akan terus mengenjot pembiayaan, BCA tetap menjaga kualitas pembiayaan. Per Juni 2018, rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) BCA Syariah sebesar 0,7%. "NPF memang harus dijaga degan baik. Per Juli 2018, NPF menjadi 0,59%. Kami coba mempertahankan di akhir tahun di bawah 1%," terang John.

Asal tahu saja, statistik perbankan syariah Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan terjadinya pelonggaran likuiditas pada bank umum syariah dan unit usaha syariah. Hal ini tercermin dari data FDR per Mei 2018 mencapai 79,65%, lebih rendah daripada periode yang sama tahun lalu di 81,96%.


Reporter: Maizal Walfajri
Video Pilihan


Close [X]
×