kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Simak strategi BCA Syariah untuk menahan biaya dana


Jumat, 10 Agustus 2018 / 19:42 WIB
Simak strategi BCA Syariah untuk menahan biaya dana
ILUSTRASI. BCA Syariah


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank BCA Syariah terus berupaya menekan biaya dana sebagai upaya untuk mengejar target bisnis bank yang telah dipatok tahun ini.

Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih mengungkapkan pihaknya mematok target pertumbuhan berikisar 20% di penghujung 2018. Guna mencapai target tersebut, John bilang pihaknya akan mengambil strategi terpadu dari pembiayaan hingga efisiensi. 

Meski demikian, John mengakui ada peningkatan biaya dana.

"Memang ada tren peningkatan biaya dana yang berdampak bagi pendapatan Bank secara keseluruhan. BCA Syariah memiliki strategi yaitu meningkatan porsi dana murah (CASA), membangun jaringan, effisiensi, dan mempertahankan kadar pembiayaan efektif (EFR)," jelas John.

John menekankan pada bank umum syariah penghitungan net interest margin berbeda dengan bank konvensional. John menggambarkan Juni 2018, pendapatan dari pembiayaan BCA Syariah ekuivalen sebesar 10,67%. Sedangkan biaya dana ekuivalen 5,7%. Sehingga net interest margin BCA Syariah di posisi 4,9% per Juni 2018.

Hingga akhir tahun, BCA Syariah menargetkan dapat menghimpun CASA sekitar 18%-23%.

Catatan saja, pada semester I-2018 BCA Syariah membukukan laba bersih Rp 25 miliar atau naik 25% dibanding periode yang sama tahun lalu. Salah satunya faktor pendorong laba adalah pertumbuhan pembiayaan sebesar 21,3% yoy menjadi Rp 4,7 triliun.

Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 5,2 triliun atau tumbuh sebesar 21,8% yoy dibandingkan posisi Juni 2017 sebesar Rp 4,2 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×