kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Begini efek relaksasi likuiditas terhadap OCBC NISP


Minggu, 21 Januari 2018 / 13:59 WIB
ILUSTRASI. Bank OCBC NISP


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank OCBC NISP Tbk sudah mengukur dampak relaksasi likuiditas Bank Indonesia (BI) terhadap bisnis bank di tahun ini. Seperti diketahui, tahun ini, regulator akan mengeluarkan dua relaksasi, yaitu financing to funding ratio (FFR) dan GWM avaraging.

Parwati Surjaudjaja, Presiden Direktur Bank OCBC NISP memperkirakan, aturan GWM averaging tidak menambah likuiditas, karena besaran rasionya tidak berubah. "Tapi akan memberikan tambahan likuiditas dalam optimalisasi pengelolaan dana," kata Parwati kepada Kontan.co.id, Jumat (19/1).

Sementara, dengan FFR diharapkan rasio likuiditas sedikit naik dibandingkan dengan skema loan to funding ratio (LFR), sebab bank sudah memiliki portofolio obligasi korporasi.

Terkait dua kebijakan BI ini, OCBC NISP memproyeksi belum akan mengubah proyeksi kredit, karena kredit lebih ditentukan kondisi makroekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×