kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.974   61,00   0,34%
  • IDX 5.730   87,08   1,54%
  • KOMPAS100 742   14,13   1,94%
  • LQ45 561   7,80   1,41%
  • ISSI 199   2,71   1,38%
  • IDX30 318   3,44   1,09%
  • IDXHIDIV20 390   1,15   0,30%
  • IDX80 84   1,28   1,55%
  • IDXV30 107   -0,08   -0,08%
  • IDXQ30 102   0,61   0,60%

Begini efek relaksasi likuiditas terhadap OCBC NISP


Minggu, 21 Januari 2018 / 13:59 WIB
ILUSTRASI. Bank OCBC NISP


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank OCBC NISP Tbk sudah mengukur dampak relaksasi likuiditas Bank Indonesia (BI) terhadap bisnis bank di tahun ini. Seperti diketahui, tahun ini, regulator akan mengeluarkan dua relaksasi, yaitu financing to funding ratio (FFR) dan GWM avaraging.

Parwati Surjaudjaja, Presiden Direktur Bank OCBC NISP memperkirakan, aturan GWM averaging tidak menambah likuiditas, karena besaran rasionya tidak berubah. "Tapi akan memberikan tambahan likuiditas dalam optimalisasi pengelolaan dana," kata Parwati kepada Kontan.co.id, Jumat (19/1).

Sementara, dengan FFR diharapkan rasio likuiditas sedikit naik dibandingkan dengan skema loan to funding ratio (LFR), sebab bank sudah memiliki portofolio obligasi korporasi.

Terkait dua kebijakan BI ini, OCBC NISP memproyeksi belum akan mengubah proyeksi kredit, karena kredit lebih ditentukan kondisi makroekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×