kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

BCA : Ketentuan FFR baik untuk bank kecil


Rabu, 04 Oktober 2017 / 22:46 WIB


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia telah ematangkan rencana untuk melakukan relaksasi likuditas. Nantinya, rasio likuiditas yang sudah ada saat ini yaitu loan to funding ratio (LFR) akan diubah menjadi financing to funding ratio (FFR).

Menanggapi hal tersebut, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan, aturan tersebut belum akan berpengaruh banyak pada perusahaan.

Malahan, Jahja mengapreasiasi langkah BI lantaran hal tersebut mampu memacu pertumbuhan kredit untuk bank kecil.

"Obligasi kan bisa dibeli bank kecil. Jadi bagus mereka (bank kecil) bisa ikut nimbrung," ujarnya di Jakarta, Rabu (4/10).

Pasalnya, Jahja menilai saat ini bank kecil terkendala dalam penyaluran kredit karena terbatasnya pendanaan.

Menurutnya, jika obligasi dapat dihitung dalam besaran rasio terhadap total kredit perbankan, hal ini mampu menopang kinerja bank kecil.

Adapun, untuk BCA sendiri pihaknya menyebut masih merinci perhitungan jika BI menerapkan FFR. Sementara saat ini Jahja mengungkap LFR BCA masih cukup longgar yakni di level 72%.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×