kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

BFIN patok pembiayaan properti Rp 100 miliar


Selasa, 07 April 2015 / 19:29 WIB
ILUSTRASI. Leci


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Sejak semester II tahun lalu, perusahaan pembiayaan atawa multifinance PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) telah mendiversifikasi lini usahanya ke pembiayaan properti. Jika per Desember 2014 lini bisnis tersebut hanya berkontribusi kurang dari 0,5%, di tahun Kambing Kayu ini, perseroan berharap porsi tersebut dapat menggemuk hingga 1% atau lebih dari Rp 100 miliar.

Sudjono, Direktur BFIN menjelaskan, sejak awal mereka memang hanya mematok target konservatif untuk lini bisnis pembiayaan properti. Pasalnya, mereka baru mulai menggarap jenis pembiayaan tersebut. Perusahaan juga belum memiliki rencana untuk menjadikan pembiayaan properti sebagai sumber utama pendapatan.

"Secara value proposition memang pembiayaan properti jadi supplement product, bukan produk utama. Tahun lalu kami test product, pilot project. Di akhir tahun 2014 baru mulai perkenalkan ke masyarakat," tuturnya, Selasa (7/4). Memang mayoritas pembiayaan BFIN masih mengalir ke sektor otomotif.

Bukan berarti di tahun 2015 ini perseroan akan jor-joran dalam mengembangkan lini bisnis pembiayaan properti. Mereka juga menghindari persaingan dengan perbankan. Sudjono menjelaskan, BFIN akan memilih segmen pasar yang berbeda dengan pihak bank, dimulai dengan konsumen perseroan yang ada saat ini. "Kalau head to head dengan bank pasti kalah," pungkasnya.

Dari pembiayaan sekitar Rp 2,7 triliun per kuartal I 2015, sebanyak 50% masih mengalir ke mobil bekas. Setelah itu, diikuti oleh pembiayaan mobil baru berkisar 32%, alat berat dan machinery menempati porsi 11%, pembiayaan sepeda motor sekitar 6%, dan sisanya kurang dari 1% bersumber dari pembiayaan properti. Hingga akhir tahun nanti, mereka berharap dapat memperoleh pembiayaan lebih dari Rp 11 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×