kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.034   74,00   0,41%
  • IDX 5.185   -678,68   -11,57%
  • KOMPAS100 658   -103,29   -13,57%
  • LQ45 509   -81,53   -13,82%
  • ISSI 179   -22,02   -10,93%
  • IDX30 284   -45,14   -13,73%
  • IDXHIDIV20 366   -56,36   -13,33%
  • IDX80 75   -11,86   -13,59%
  • IDXV30 102   -13,53   -11,68%
  • IDXQ30 93   -14,99   -13,88%

BI belum mengubah asumsi inflasi


Senin, 05 Maret 2012 / 13:54 WIB
ILUSTRASI. Tokopedia


Reporter: Astri Kharina Bangun | Editor: Edy Can

JAKARTA. Bank Indonesia belum mengubah prediksi laju inflasi pada akhir 2012 ini kendati pemerintah berniat menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Bank Indonesia yakin inflasi pada akhir tahun ini sebesar 4,5% plus minus satu.

Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution beralasan belum tahu seberapa besar kenaikan harga BBM tersebut. "Prosesnya masih berjalan. Kami menunggu dari pemerintah," katanya, Senin (5/3).

Darmin menegaskan, Bank Indonesia menyiapkan perhitungan untuk setiap alternatif kebijakannya. Hanya saja, dia bilang, Bank Indonesia belum mau membeberkannya.

Sekedar mengingatkan, pemerintah memiliki dua opsi untuk mengurangi anggaran subsidi BBM. Opsi pertama adalah menaikkan harga BBM sebesar Rp 1.500 per liter menjadi Rp 6.000 per liter. Opsi kedua adalah menahan subsisi hingga sebesar Rp 2.000 per liter.

Mengenai tekanan inflasi terhadap rupiah, Darmin mengatakan tidak berdampak secara langsung. "Rupiah itu tidak otomatis tertekan kalau inflasi naik. Sepanjang kita bisa merespon dengan bauran kebijakan yang lain," jelas Darmin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×