kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

BI Catat Nilai Transaksi QRIS Tap Capai Rp 6,29 Miliar hingga Mei 2026


Kamis, 25 Juni 2026 / 15:45 WIB
BI Catat Nilai Transaksi QRIS Tap Capai Rp 6,29 Miliar hingga Mei 2026
ILUSTRASI. Volume transaksi QRIS Tap naik 3,1% secara bulanan per Mei 2026. Ketahui strategi BI perluas adopsi pembayaran digital ini sekarang! (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat penggunaan QRIS Tap terus menunjukkan pertumbuhan sejak diluncurkan. Hingga Mei 2026, volume transaksi QRIS Tap mencapai 634.498 transaksi dengan nilai transaksi sebesar Rp 6,29 miliar.

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan, volume transaksi QRIS Tap pada Mei 2026 tumbuh 3,1% secara bulanan (month to month/mtm). Sementara nominal transaksinya meningkat 5,1% mtm.

"QRIS Tap terus menunjukkan pertumbuhan positif seiring perluasan implementasi dan meningkatnya adopsi pembayaran digital berbasis contactless," ujar Filianingsih kepada Kontan.co.id, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, potensi pertumbuhan QRIS Tap masih sangat besar. Namun, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi untuk mempercepat adopsi layanan tersebut.

Baca Juga: Akses Dana Makin Mudah, ShopeePay Integrasikan Saldo Digital dengan Jaringan ATM BCA

Filianingsih menjelaskan, tantangan utama berasal dari sisi perilaku pengguna yang masih terbiasa menggunakan metode pembayaran berbasis pemindaian QR code maupun kartu elektronik.

Selain itu, kesiapan infrastruktur dan perangkat penerima pembayaran (acceptance) juga masih perlu terus diperluas.

"Perlu peningkatan awareness pengguna untuk mendorong transisi perilaku dari pembayaran berbasis scan atau kartu uang elektronik ke NFC, serta kesiapan infrastruktur dan perangkat acceptance," katanya.

Saat ini, implementasi QRIS Tap telah menjangkau sektor transportasi dan ritel. Pada sektor transportasi, layanan tersebut mendukung fitur tap in-tap out maupun single tap.

Filianingsih mengungkapkan, QRIS Tap telah diterapkan di 25 provinsi pada lima moda transportasi utama di Jabodetabek, yakni KRL, Transjakarta, MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan LRT Jabodebek. Selain itu, layanan tersebut juga telah digunakan di 28 layanan transportasi daerah lainnya.

Di luar transportasi, QRIS Tap telah dapat digunakan di hampir seluruh merchant ritel yang menggunakan mesin EDC dan soundbox, seperti restoran, hotel, rumah sakit, area parkir, hingga berbagai merchant lainnya.

"Saat ini terdapat lebih dari 3,2 juta merchant ritel yang telah dapat menerima pembayaran menggunakan QRIS Tap," ungkap Filianingsih.

Baca Juga: Perkuat Ekosistem Asuransi Kesehatan, OJK Beberkan Target Task Force hingga 2028

BI memperkirakan, tren penggunaan QRIS Tap akan terus meningkat hingga akhir tahun ini. Peningkatan tersebut ditopang oleh bertambahnya jumlah merchant, perluasan moda transportasi, serta pengembangan berbagai use case baru.

Beberapa layanan yang tengah dikembangkan antara lain pembayaran parkir, retribusi daerah, hingga berbagai layanan publik yang membutuhkan transaksi cepat dan terukur.

"Bank Indonesia bersama industri terus memperluas akseptasi dan meningkatkan pengalaman pengguna QRIS Tap untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut," ujarnya.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mencapai target QRIS nasional pada 2026, yakni 17 miliar transaksi, 45 juta merchant, 60 juta pengguna, serta implementasi QRIS lintas negara di delapan negara.

Di sisi lain, penggunaan QRIS Tap saat ini masih belum dapat dinikmati oleh pengguna iPhone. Filianingsih menjelaskan hal itu disebabkan oleh kebijakan Apple yang membatasi akses fitur Near Field Communication (NFC) untuk transaksi pembayaran hanya melalui aplikasi Apple Pay.

Baca Juga: IHSG Bergejolak, OJK Sebut Premi Unit Link Tetap Tumbuh 11,14% Hingga April 2026

Sementara itu, Apple Pay hingga kini belum dapat digunakan di Indonesia karena belum terdaftar sebagai penyedia jasa pembayaran (PJP) maupun menjalin kerja sama dengan PJP yang telah memperoleh izin dari BI.

Meski demikian, BI dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) terus melakukan komunikasi dengan Apple agar implementasi QRIS Tap dapat diperluas ke seluruh platform, termasuk sistem operasi iOS.

"Bank Indonesia dan ASPI terus membuka komunikasi kepada pihak Apple guna memperluas implementasi QRIS Tap di seluruh platform termasuk Apple iOS," tutup Filianingsih.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×