kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.783   -127,00   -0,71%
  • IDX 6.365   -44,28   -0,69%
  • KOMPAS100 835   -9,48   -1,12%
  • LQ45 634   -6,17   -0,96%
  • ISSI 221   -1,24   -0,56%
  • IDX30 356   -3,64   -1,01%
  • IDXHIDIV20 434   -4,17   -0,95%
  • IDX80 95   -1,11   -1,15%
  • IDXV30 120   -0,72   -0,60%
  • IDXQ30 113   -1,42   -1,25%

Harga Emas Menguat, Bisnis Emas Perbankan Kian Banyak Peminat


Senin, 10 Agustus 2026 / 18:51 WIB
Harga Emas Menguat, Bisnis Emas Perbankan Kian Banyak Peminat
ILUSTRASI. Penjualan Emas BSI Meroket (Tribunnews/Jeprima)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren kenaikan harga emas yang kembali terjadi pada awal Agustus 2026 menjadi sentimen positif bagi pelaku industri jasa keuangan. Bank dan Pegadaian melihat minat masyarakat terhadap investasi logam mulia terus meningkat, sehingga mendorong pertumbuhan bisnis emas sepanjang semester I-2026.

PT Bank BCA Syariah misalnya, menikmati pertumbuhan pesat pada pembiayaan emas. Hingga Juni 2026, volume Pembiayaan Emas iB BCA Syariah mencapai Rp684 miliar, meningkat 127,6% secara tahunan.

Direktur BCA Syariah Pranata mengatakan, tingginya pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya minat masyarakat menjadikan emas sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Baca Juga: El Nino Mengancam Program Asuransi Usaha Tani Padi

"Di tahun 2026, Pembiayaan Emas BCA Syariah tetap tumbuh positif seiring dengan terus berkembangnya minat masyarakat terhadap emas sebagai sarana investasi jangka panjang. Sampai dengan Juni 2026, volume pembiayaan emas di BCA Syariah tumbuh sebesar 127,6% secara tahunan dengan nilai mencapai Rp684 miliar," ujarnya kepada Kontan, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Pranata, BCA Syariah menyediakan Pembiayaan Emas iB menggunakan akad murabahah yang dapat diajukan secara digital melalui aplikasi BSya by BCA Syariah. Untuk menjaga kualitas pembiayaan, perseroan bekerja sama dengan penyedia emas terpercaya seperti Antam, Hartadinata, dan Galeri 24.

Perseroan optimistis pembiayaan emas akan terus tumbuh hingga akhir tahun dan menjadi salah satu motor pertumbuhan pembiayaan konsumer yang ditargetkan meningkat dua digit.

Optimisme serupa juga disampaikan PT Bank BJB Syariah. Perseroan mencatat pertumbuhan bisnis emas hingga 105% secara tahunan per Juni 2026.

Direktur Utama Bank BJB Syariah Arief Setyahadi mengatakan, bisnis emas menjadi salah satu fokus pengembangan perseroan sejalan dengan strategi memperkuat pembiayaan berbasis syariah.

"Bank BJB syariah memanfaatkan prospek bisnis emas yang bergerak positif. Pengembangan bisnis emas juga sejalan dengan arah dan Rencana Bisnis Bank (RBB) Bank BJB Syariah untuk terus mengembangkan dan memperkuat bisnis berbasis syariah, termasuk melalui produk Mitra Emas iB Maslahah," kata Arief.

Menurutnya, masyarakat kini tidak hanya memandang emas sebagai instrumen investasi jangka panjang, tetapi juga sebagai alternatif pembiayaan.

Baca Juga: Bisnis Emas Bank BJB Syariah Melesat 105%, Minat Investasi Masyarakat Meningkat

Arief menjelaskan, kenaikan harga emas turut meningkatkan aktivitas pada produk gadai emas. Saat harga emas meningkat, nilai taksiran agunan ikut naik sehingga banyak nasabah melakukan top up pembiayaan. Di sisi lain, ekspektasi kenaikan harga juga mendorong masyarakat membeli atau menambah kepemilikan emas.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Bank BJB Syariah telah bekerja sama dengan sejumlah produsen emas sehingga ketersediaan emas bagi nasabah tetap terjamin.

Tak ketinggalan, PT Pegadaian mencatat kinerja bisnis Bank Emas (Bullion Bank) yang terus bertumbuh sejak resmi beroperasi. Hingga pertengahan tahun ini, total emas yang dikelola dalam ekosistem Bank Emas Pegadaian telah mencapai 155 ton.

Kinerja bisnis bullion Pegadaian juga menunjukkan hasil positif sepanjang semester I-2026. Produk Deposito Emas telah mencapai 2,2 ton, sedangkan volume Perdagangan Emas mencapai 10,4 ton, atau sekitar 60% dari target sepanjang tahun.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian Ferdian Timur Satyagraha mengatakan, menguatnya harga emas memang menjadi sentimen positif bagi bisnis bullion. Namun, menurutnya keberhasilan bisnis emas tidak hanya bergantung pada fluktuasi harga.

"Memasuki awal Agustus 2026, harga emas menunjukkan tanda-tandanya untuk kembali menguat dan hal tersebut dapat menjadi sinyal baik bagi bisnis Bullion Bank. Walaupun keberhasilan ekosistem Bank Emas Pegadaian bukan hanya semata karena naik atau turunnya harga emas, melainkan sejauh mana tingkat literasi masyarakat dan mempercayai Pegadaian sebagai penyedia layanan emas terintegrasi," ujar Ferdian.

Ia menjelaskan, baik saat harga emas naik maupun turun sama-sama mendorong aktivitas transaksi. Ketika harga naik, masyarakat terdorong membeli karena melihat potensi kenaikan nilai investasi. Sebaliknya, ketika harga turun, banyak nasabah memanfaatkannya untuk menambah kepemilikan emas.

Baca Juga: Bisnis Bullion Pegadaian Melaju di Semester I, Kelolaan Emas Tembus 155 Ton

Untuk memperkuat bisnis emas, Pegadaian juga mulai bergabung dalam ekosistem Exchange Traded Fund (ETF) Emas sebagai Gold Provider dan Gold Custodian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×