Reporter: Aura Putri | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Biaya kredit alias cost of credit (CoC) sejumlah bank besar beragam pada semester I 2026. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatat penurunan biaya kredit paling signifikan menjadi 0,7% dari 2% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan CoC tersebut sejalan dengan perbaikan kualitas aset BTN. NPL gross turun menjadi 3% dari sebelumnya 3,3%, sementara loan at risk (LAR) turun menjadi 18,6% dari 20,2%. Di sisi lain, kredit BTN tumbuh 11,2% secara tahunan menjadi Rp 418,11 triliun pada Juni 2026.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan kinerja positif tersebut menunjukkan strategi transformasi BTN yang selaras dengan arah transformasi Danantara Indonesia telah berjalan sesuai target.
Baca Juga: Harga Emas Menguat, Bisnis Emas Perbankan Kian Banyak Peminat
"Pencapaian ini merupakan hasil dari transformasi selama satu dekade yang secara konsisten kami lakukan. Kami optimistis hingga akhir tahun nanti, kinerja BTN tetap on track melanjutkan catatan positif di paruh pertama tahun ini,” ujar Nixon Kamis (16/7/2026).
Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatat kenaikan biaya kredit pada semester I 2026. CoC BNI meningkat menjadi 1,12% pada semester I-2026 dari 0,96% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski demikian, kualitas aset BNI tetap terjaga. Loan at Risk (LAR) turun menjadi 8,1% dari 11%, sementara NPL tercatat stabil di 1,9%.
Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan pertumbuhan kredit tersebut didukung portofolio yang semakin terdiversifikasi pada berbagai sektor ekonomi dan segmen bisnis, mulai dari korporasi, menengah, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga konsumer.
Baca Juga: Pembiayaan Emas BCA Syariah Melonjak 127,6% Hingga Juni 2026
"Ekspansi kredit dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan prospek industri serta profil risiko masing-masing debitur guna menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas portofolio," ujar Paolo dalam keterangan resminya Kamis (5/8/2026).
Adapun PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat biaya kredit stabil pada semester I 2026. CoC gross BCA tercatat sebesar 0,4%, membaik dari 0,5% pada periode sebelumnya. Pun kualitas aset BCA ikut membaik. NPL gross turun menjadi 1,9% dari 2,2%, sedangkan loan at risk (LAR) turun menjadi 4,9% dari 5,7%.
Hingga semester I 2026, total kredit BCA mencapai Rp 1.036 triliun, tumbuh 8% secara tahunan.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan pipeline penyaluran kredit juga masih kuat. Pertumbuhan kredit pada semester II diperkirakan tetap ditopang oleh sektor infrastruktur yang berkaitan dengan teknologi, transformasi logistik, perkebunan, pertanian, serta jasa keuangan.
"Hingga semester I-2026, kami melihat utilisasi fasilitas kredit terus meningkat. Baik kebutuhan pembiayaan modal kerja maupun investasi menunjukkan tren yang positif," ujarnya saat paparan kinerja Selasa (28/7/2026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
