kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.840.000   -44.000   -1,53%
  • USD/IDR 17.164   -42,00   -0,24%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

BI Diproyeksi Tahan Suku Bunga, Cermati Rekomendasi BBCA, BBRI, BMRI dan BBNI


Senin, 20 April 2026 / 05:30 WIB
BI Diproyeksi Tahan Suku Bunga, Cermati Rekomendasi BBCA, BBRI, BMRI dan BBNI
ILUSTRASI. Nasabah bertransaksi menggunakan mesin ATM (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli

Risiko kredit juga relatif terkendali seiring belum adanya lonjakan signifikan beban bunga debitur.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai pasar sudah mengantisipasi arah suku bunga yang cenderung stabil, terutama di tengah pelemahan rupiah dan tingginya volatilitas global. 

Dalam kondisi tersebut, saham bank besar masih menarik baik dari sisi fundamental maupun valuasi.

Baca Juga: Di Tengah Tekanan Saham Perbankan, BI Diprediksi Tahan Suku Bunga, Apa Efek ke Bank?

Ia mematok target harga akhir tahun untuk BBCA di Rp 9.600, BBRI Rp 4.380, BMRI Rp 5.860, dan BBNI Rp 5.000. 

Sementara itu, Hendra merekomendasikan BBCA sebagai speculative buy dengan target Rp 6.800, serta melihat potensi penguatan BMRI ke Rp 4.800, BBNI ke Rp 3.900, dan BBRI ke Rp 3.600.

Secara keseluruhan, stabilitas suku bunga dinilai menjadi fondasi penting bagi pemulihan sektor perbankan, baik dari sisi kinerja maupun pergerakan saham di pasar modal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×