Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli
Risiko kredit juga relatif terkendali seiring belum adanya lonjakan signifikan beban bunga debitur.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai pasar sudah mengantisipasi arah suku bunga yang cenderung stabil, terutama di tengah pelemahan rupiah dan tingginya volatilitas global.
Dalam kondisi tersebut, saham bank besar masih menarik baik dari sisi fundamental maupun valuasi.
Baca Juga: Di Tengah Tekanan Saham Perbankan, BI Diprediksi Tahan Suku Bunga, Apa Efek ke Bank?
Ia mematok target harga akhir tahun untuk BBCA di Rp 9.600, BBRI Rp 4.380, BMRI Rp 5.860, dan BBNI Rp 5.000.
Sementara itu, Hendra merekomendasikan BBCA sebagai speculative buy dengan target Rp 6.800, serta melihat potensi penguatan BMRI ke Rp 4.800, BBNI ke Rp 3.900, dan BBRI ke Rp 3.600.
Secara keseluruhan, stabilitas suku bunga dinilai menjadi fondasi penting bagi pemulihan sektor perbankan, baik dari sisi kinerja maupun pergerakan saham di pasar modal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













