kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.546   16,00   0,09%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

BI : Ekonomi AS Lebih Penting dari Bunga The Fed


Rabu, 11 Agustus 2010 / 17:39 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) tidak memusingkan kebijakan Federal Reserve atau bank sentral Amerika Serikat (AS) yang mempertahankan suku bunga rendah di kisaran 0%-0,25%. Namun, BI lebih memperhatikan perbaikan ekonomi AS yang berjalan lambat.

Deputi Gubernur BI Hartadi A. Soewarno bilang, pertumbuhan ekonomi AS di kuartal II yang lebih lambat dari perkiraan berdampak negatif bagi saham-saham regional. Termasuk juga saham di Indonesia yang melemah dalam beberapa pekan.

Lihat saja, hari ini (Rabu (11/8) Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah. IHSG rontok 0,71% ke level 3.035,318. Nilai tukar rupiah juga melemah ke level Rp 8.975 per US$ 1. "Sebenarnya pasar berharap, pemulihan ekonomi di AS lebih cepat dari sekarang, sehingga dengan kondisi ini, pasar regional kembali lesu," kata Hartadi, usai mengikuti rapat koordinasi di Kementrian Perekonomian, Rabu (11/8).

Namun, Hartadi optimis, pelemahan ini tidak berlangsung selamanya. "Saya melihat masih ada tren penguatan," kata Hartadi.

Selain itu, Hartadi mengingatkan terhadap kondisi pasar gandum yang mengalami lonjakan harga. Sebab, hal itu akan menyebabkan komoditas lainnya mengalami kenaikan. "Ini bisa memicu inflasi," kata Hartadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×