kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

BI mendalami kredit fiktif BSM


Kamis, 31 Oktober 2013 / 18:01 WIB
ILUSTRASI. Cara mengatasi mual saat hamil.


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Bank Indonesia akan menguji dan mengkaji efektivitas perbaikan kinerja Bank Syariah Mandiri pasca kasus penyaluran kredit fiktif yang melibatkan kepala kantor cabang Bogor. Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah menegaskan, penelitian terhadap kasus penipuan atau penggelapan (fraud) di industri perbankan, pasti akan dilaksanakan BI terhadap semua bank.

Halim menjelaskan, pasca kasus penyaluran kredit fiktif BSM, bentuk dan intensitas pengawasan yang dilakukan BI tetap berjalan normal. BI selalu meminta kepada bank konvensional maupun bank syariah, untuk meningkatkan dan memperbaiki internal audit dalam menangani berbagai risiko operasional perusahaan.

"Saya kira ketentuan-ketentuan pengawasan di bidang perbankan, baik konvensional maupun syariah memiliki filosofi yang sama. Risiko operasional bisa karena oknum atau karena sistem. Bisa dikarenakan pengawasan yang lemah dan IT (teknologi informasi)-nya. Ini selalu kami review," kata Halim di Gedung BI, Jakarta, Kamis (31/10).

Lebih lanjut Halim mengungkapkan, kasus penyaluran kredit fiktif oleh BSM kantor cabang Bogor senilai Rp 102 miliar yang berpotensi mengakibatkan kerugian sebesar Rp 59 miliar itu, tidak berdampak sistemik bagi industri perbankan nasional. Menurutnya, jumlah tersebut tidak terlalu besar untuk dapat menimbulkan dampak yang sistemik.

"Saat mereka (internal BSM) menemukan kasus dan bank itu melakukan langkah-langkah perbaikan. Kami akan uji, apakah perbaikan itu efektif atau tidak. Kalau (fraud) ditemukan oleh pengawas internalnya, tentu ini berarti internal auditnya berjalan," ujar Halim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×