kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.693   107,00   0,61%
  • IDX 6.463   -260,71   -3,88%
  • KOMPAS100 857   -36,41   -4,08%
  • LQ45 637   -20,77   -3,16%
  • ISSI 234   -9,45   -3,89%
  • IDX30 362   -9,71   -2,62%
  • IDXHIDIV20 445   -9,93   -2,18%
  • IDX80 98   -3,72   -3,65%
  • IDXV30 127   -3,05   -2,35%
  • IDXQ30 116   -2,80   -2,35%

BI minta bank waspadai kenaikan risiko kredit karena naiknya bunga


Rabu, 04 April 2018 / 18:03 WIB
ILUSTRASI. Standard Chartered


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) meminta bank untuk mewaspadai kenaikan risiko kredit terkait potensi kenaikan suku bunga acuan beberapa negara. BI mencatat beberapa negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada telah menaikkan suku bunga acuannya.

Filianingsih Hendarta, Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI bilang kenaikan suku bunga acuan negara maju menjadi salah satu pertimbangan regulator dalam menentukan suku bunga acuan 7DRR rate.

Jika nanti BI memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan, akan menyebabkan suku bunga kredit bank naik. "Hal ini akan mempengaruhi kenaikan suku bunga dan mempengaruhi kualtas kredit," kata Fili kepada Kontan.co.id, Senin (2/4).

Menurut Fili, jika kemampuan debitur menurun, maka potensi NPL bank akan meningkat. Hal ini akhirnya bisa mempengaruhi kenaikan penyaluran kredit perbankan.

Rino Donosepoetro, Direktur Utama Standard Chartered Indonesia bilang naik turunnya suku bunga kredit tergantung dari suku bunga acuan BI. "Saat ini kami merasa BI sudah cukup optimal dalam menjaga stabilitas moneter," kata Rino Senin (2/4).

Kenaikan suku bunga kredt menurut Rino tidak selalu menimbulkan NPL. Hal ini karena ada beberapa tipe kredit yang dikunci jangka waktu atau tenornya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×