kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

BI : Modal kerja pendorong penurunan bunga kredit


Kamis, 16 Maret 2017 / 19:39 WIB
BI : Modal kerja pendorong penurunan bunga kredit

Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat, sampai akhir Januari 2017, penyumbang terbesar penurunan suku bunga kredit adalah sektor modal kerja. Selain modal kerja, dua penyumbang penurunan bunga kredit lain adalah investasi dan konsumsi.

Menurut Tirta Segara, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, sampai akhir Januari 2017 secara tahunan atau year on year (yoy) bunga kredit modal kerja telah mengalami penurunan sebesar 112 basis poin (bps).

“Untuk bunga kredit investasi dan konsumsi tercatat mengalami penurunan masing masing 95 bps yoy dan 30 bps yoy,” ujar Tirta ketika memberikan keterangan pers dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG), Kamis (16/3).

Secara umum sampai Januari 2017, suku bunga kredit telah mengalami penurunan 80 bps yoy. Sedangkan bunga deposito telah mengalami penuruan 128 bps yoy.

Walaupun secara yoy pada akhir Januari 2017 suku bunga deposito telah mengalami penurunan cukup besar yaitu 128 bps, namun secara ytd atau dari awal tahun tercatat bunga deposito telah mengalami kenaikan 6 bps.

Dody Budi Waluyo, Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI menekankan kenaikan deposito ini diproyeksi tidak akan berlanjut ke depan. “Terkait bunga deposito perbankan, memang BI tidak bisa intervensi, jadi kami serahkan ke pasar,” ujar Dody.

Secara umum, menurut Dody, sikap BI terkait dengan suku bunga acuan ke depannya adalah akomodatif terhadap risiko seperti inflasi dan nilai tukar.

BI memproyeksi, ke depannya masih akan ada lagi dua kali kenaikan suku bunga The Fed di tahun ini. “Kami melihat likuiditas industri perbankan masih cukup besar,” ujar Dody.

Sampai akhir tahun, dia memproyeksikan masih ada penurunan suku bunga kredit. Hal ini seiring dengan menurunnya risiko NPL di industri perbankan. Saat ini, penurunan suku bunga kredit perbankan belum terlalu besar disebabkan karena masih adanya risiko NPL dan besarnya biaya kredit dari perbankan.




TERBARU

Close [X]
×